Ribuan Kosmetik Ilegal Diamankan, Masa Kedaluwarsa Dihilangkan Pakai Tiner dan Digosok

Ribuan barang kosmetik dan alat kosmetik serta beberapa makanan yang masa kedaluwarsanya habis di wilayah Kecamatan Ciparay,

Ribuan Kosmetik Ilegal Diamankan, Masa Kedaluwarsa Dihilangkan Pakai Tiner dan Digosok
Shuterstock
Ilustrasi kosmetik. Polda Jabar mengungkap ribuan komestik kedaluarsa 

TRIBUNKALTIM.CO-BANDUNG -Ribuan barang kosmetik dan alat kosmetik serta beberapa  makanan yang masa kedaluwarsanya habis di wilayah Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung, berhasil diungkap  Unit III Subdit I Ditreskrimsus Polda Jabar pada Selasa (2/9/2019).

Sebelum dijual, masa kedaluwarsa barang tersebut  terlebih dahulu dihapus menggunakan tiner, digosok, digunting dan stiker baru telah disediakan, dan menempel exp lama dengan exp yang baru.

"Seorang tersangka inisial P (37) alias H bersama empat orang karyawannya berhasil kami tangkap saat sedang menghapus, mengganti,

menggunting tanggal kedaluwarsa bahan kosmetik, tertangkap tangan. Namun, keempat karyawannya berstatus saksi saja," kata Dir Reskrimsus Polda Jabar Kombes Pol Samudi, di Mapolda Jabar, Senin (9/9/2019).

Tersangka memproduksi dan memperdagangkan barang tersebut di beberapa wilayah bahkan sampai ke Sumatera dan Surabaya.

Pihak Polda Jabar masih melakukan pengembangan terkait dari mana tersangka memperoleh barang kosmetik tersebut.

Selain dijual secara borongan ke Medan, tersangka juga menjual barang tersebut secara eceran di rukonya di Jl Raya Pacet No 161, Kecamatan Ciparay, Kabupaten Bandung.

Semua barang kosmetik tersebut adalah asli namun masa kedaluwarsanya yang diganti.

Masa kedaluwarsa tersebut terlebih dahulu dihapus menggunakan tiner, digosok, digunting dan stiker baru telah disediakan, dan menempel exp lama dengan exp yang baru.

Selain dijual secara satuan, tersangka juga menjual barang kosmetik tersebut secara paketan dengan harga murah.

Tersangka telah beraksi menjual barang kedaluwarsa sejak tahun 2017 dan keempat karyawan tersebut digaji olehnya senilai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per bulannya.

"Tersangka bisa meraup keuntungan hingga Rp 5 juta hingga Rp 10 juta per minggunya. Dalam satu hari, tersangka dan karyawannya bisa mengganti label kedaluwarsa sebanyak 1.000 hingga 2.000 keping kosmetik," kata Kombes Pol Samudi.

Barang bukti yang disita dari dua tempat usaha dari tersangka ialah sebanyak seratus ribu hingga dua ratus ribu barang kosmetik yang masa kedaluwarsanya dihapus serta diganti.

Akibat perbuatannya, Polisi menyangkakan pasal 62 ayat 1 Jo. pasal 8 ayat 1 huruf d, e, f , dan g dan ancaman pidana maksimal lima tahun penjara. (*)

Baca Juga

Sepak Terjang Pelaku Pembuat Kosmetik Ilegal di Samarinda, Dibuat di Rumah Pakai Cara Oplosan

Kosmetik Ilegal Asal Samarinda Ini Dijual ke Kota-kota Besar Indonesia, Sudah Beraksi 4 Tahun

Ribuan Kosmetik Ilegal Berbahaya dari Samarinda dan Mahakam Ulu, Disita Petugas, Mengandung Merkuri

Kejari Balikpapan Limpahkan Perkara Kosmetik Ilegal ke Pengadilan, 3 Tersangka Segera Disidang

BPOM Ungkap Gudang Kosmetik Ilegal Rp 1,3 Miliar, Mengandung Bahan Berbahaya, Merknya Familiar

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved