Kekeringan Meluas di NTT, Warga Hampir Baku Pukul Gara-gara Berebut Air Bersih

Kekeringan mulai meluas di sejumlah daerah di Indonesia tak terkecuali Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kekeringan Meluas di NTT, Warga Hampir Baku Pukul Gara-gara Berebut Air Bersih
TribunKaltim.Co/HO/KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS
Para petani Desa Bone dan Desa Reroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT, saat wawancara dengan Kompas.com, Senin (9/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO-Kekeringan mulai meluas di  sejumlah daerah di Indonesia tak terkecuali Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Lahan-lahan warga di provinsi itu juga kesulitan air. Bahkan warga sudah mengalami krisis air bersih.

Para petani di Desa Done dan Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka, NTT mulai merasakan dampak kekeringan yang terus meluas.

Bahkan padi dan jagung yang sudah ditanam bulan sebelumnya terancam gagal panen karena ketiadaan air.

Airnya ada, tetapi debitnya sangat kecil untuk mengairi sawah yang jumlahnya hingga ratusan hektar.

Pada Senin (9/9/2019), Kompas.com pun menemui para petani di 2 desa, tepat di lahan persawahan yang mereka garap.

Tiba di lokasi, beberapa para petani Desa Done sedang asyik duduk sambil ngobrol.

Setelah ditanya, ternyata mereka duduk itu menunggu giliran air untuk mengairi padi, jagung, dan kacang yang sudah ditanam.

"Kami duduk ini lagi tunggu giliran air untuk alir ke sawah yang sudah ditanam padi dan jagung Pak. Kami tunggu ini untuk antri.

Dari pagi sampai pagi juga kami tetap di sini. Malam kami tidur di sini menunggu jadwal air," ungkap Alfridus, salah seorang petani Desa Done kepada Kompas.com, Senin (9/9/2019).

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved