KONI Kaltim Pantau Kondisi dan Kebugaran Atlet Untuk Persiapan Pra PON dan PON Papua

Jelang Pra PON dan PON PApua, KONI Kaltim menggelar serangkaian tes kesehatan untuk atletnya

KONI Kaltim Pantau Kondisi dan Kebugaran Atlet Untuk Persiapan Pra PON dan PON Papua
HO KONI Kaltim
dr. Sadik Sahil (topi merah) saat melakukan pemeriksaan kepada atlet. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Beberapa atlet Kaltim menjalani tes kesehatan di Laboratorium Synergi, Samarinda. Pelaksanaan tes kesehatan itu dipimpin langsung oleh dr. Sadik Sahil selaku ketua panitia pelaksana tes kesehatan atlet yang juga ketua bidang sport science dan iptek KONI Kaltim.

Tes kesehatan ini sendiri sudah berlangsung sejak Senin (9/9/2019) hingga Rabu (11/9/2019) besok.

Diikuti atlet yang cabang olahraga (cabor) nya telah lolos Pra PON ataupun yang sedang dalam persiapan Pra PON.

"Tes kesehatan atlet ini dalam rangka mengevaluasi kondisi dan kebugaran kesehatan atlet yang akan ikuti TC desentralisasi mandiri.

Sudah sejak senin kemarin sampai rabu besok.

Namun bagi atlet yang belum sempat pada 3 hari ini, akan kita berikan kesempatan pada minggu selanjutnya," ungkap Sadik Sahil, Selasa (10/9/2019).

Beberapa item yang dilakukan dalam tes kesehatan itu antara lain, pemeriksaan tanda vital.

Resmi, KONI Kaltim Kontrak Guru Besar UPI untuk Pra PON dan PON Papua, Ini Kerjanya

Lepas 12 Atlet Biliar Kaltim, Ketua Harian KONI Kaltim Terus Ingatkan Ini Kepada Atlet

Pengprov PABBSI dan KONI Kaltim Lepas Atlet Menuju Pra-PON, Targetkan Minimal 3 Emas

Berupa pemeriksaan fisik, fungsi paru-paru, fungsi jantung, penunjang laboratorium, dan beberapa lainnya.

"Kita bisa mengetahui sejauh mana kondisi kesehatan atlet yang akan kita siapkan untuk TC," serunya.

Jika nantinya dalam pemeriksaan tersebut ada atlet yang terindikasi kesehatannya terganggu dari hasil tes, pihaknya akan memberikan beberapa rekomendasi penanganan yang akan diserahkan ke Binpres KONI Kaltim.

Hal itu untuk penindakan dan bahan evaluasi apakah atlet tersebut masih bisa mengikuti TC atau tidak.

"Atlet dinyatakan ada gangguan kesehatan akan kita berikan rekomendasi ke Binpres KONI untuk evaluasi bisa tidaknya atlet untuk TC.

Juga rekomendasi penanganannya seperti apa, baik untuk persiapan Pra-PON atau PON nanti," jelasnya. (*)

TONTON JUGA:
Penulis: Imaduddin Abdur Rachim
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved