Ibu Kota Baru

RSKD Balikpapan Merasa Siap jadi Rumah Sakit Nasional Penyangga Ibu Kota Baru RI di Kaltim

Jika nantinya ada pembicaraan lebih lanjutvdan nantinya RSKD Balikpapan ditunjuk sebagai sebagai penyangga rumah sakit nasional, kita siap.

RSKD Balikpapan Merasa Siap jadi Rumah Sakit Nasional Penyangga Ibu Kota Baru RI di Kaltim
TRIBUN KALTIM/RACHMAT SUJONO
MONITORING - Operator Magnetic Resonance Imaging (MRI) di RSUD Kanujoso Djatiwobowo, Saiful Sugestianto, saat menerangkan penggunaan alat MRI di dalam ruangan MRI-RSKD, Jumat (21/12). Alat ini merupakan alat yang memiliki teknologi tesla tertinggi di Balikpapan, sebesar 1,5. Tribunkaltim/Rachmad Sujono 

TRIBUNKALTIM.CO, BALIKPAPAN - Terpilihnya Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara (IKN) mendorong banyaknya perubahan yang diniliai drastis baik dari segi infrastruktur tidak terkecuali infrastruktur dan kualitas layanan kesehatan.

Direktur Rumah Sakit dr. Kanujoso Djatiwibowo atau RSKD Balikpapan dr. Edy Iskandar Sp. PD, FINASIM., MARS. ditemui oleh awak Tribunkaltim.co usai peresmian Unit Tranfusi Darah (UTD), Selasa (10/9/2019) pagi.

Dia memaparkan bahwa terpilihnya Kalimantan Timur sebagai ibu kota baru dan kabar bahwa Kota Balikpapan sebagai kota penyangga ibu kota baru.

Oleh karna itu RSKD Balikpapan juga harus siap.

"Rumah sakit Kanujoso ini harus siap berhubing kita di Balikpapan, kita juga harus mempersiapkan diri bagaimana menjadi rujukan dan rumahbsakit juga harus bergerak menuju standar rumah sakittingkat nasional" ungkap dr. Edy Iskandar

Lanjutnya "jika nantinya ada pembicaraan lebih lanjutvdan nantinya RSKD Balikpapan ditunjuk sebagai sebagai penyangga rumah sakit nasional, kita siap" tegas dr. Edy Iskandar.

Saat ini ada beberapa layanan dan fasilitas unggulan dari RSKD Balikpapan seperti layanan kanker terpadu, ada Unit transfusi darah, mesin 50 mesin hemodialisa.

"Kita juga masih memiliki potensi pengembangan infrastruktur yang besar, dimana RSKD Balikpapan masih memiliki 15 hektar lahan kosong yang bisa dibangun. Dari total 24 hektar, terpakai sekita 7 atau 8 hektar, 5 hektar untuk lahan terbuka hijau" paparnya

Potensi pengembangan inilah yang dirasa RSKD layak untuk terus ditingkatkan terlebih tuntutan kemajuan dibidang kesehatan sangat tinggi.

"sekarang tinggal apakah gubernur dan kementrian mendukung agar itu semua dipersiapkan disini" tutup dr. Edy Iskandar.

Halaman
1234
Penulis: Faris Dzulfiqar Fasya
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved