Berita Pemkab Kutai Barat

Serahkan RAPBD 2020, Pemkab Kubar Targetkan Pendapatan Rp 2,36 Triliun

Pemkab Kubar telah menyusun capaian rencana target pendapatan daerah pada Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 2,36 Triliun.

Serahkan RAPBD 2020, Pemkab Kubar Targetkan Pendapatan Rp 2,36 Triliun
HUMASKAB KUBAR
Bupati Kubar FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja menyerahkan dokumen RAPBD Kubar 2020 kepada ketua sementara DPRD Kubar Jackson John Thawi dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III Tahun 2019 di ruang utama Kantor Dewan, Sendawar, Senin (9/9/2019). 

SENDAWAR - Pemkab Kubar telah menyusun capaian rencana target pendapatan daerah pada Tahun Anggaran 2020 sebesar Rp 2,36 Triliun.

Dengan rincian dari PAD, pendapatan pajak daerah, hasil retribusi daerah, hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, dan lain-lain PAD yang sah.

Hal tersebut disampaikan Bupati Kubar FX Yapan SH Tumenggung Singa Praja ketika menyampaikan APBD tahun 2020 dalam Rapat Paripurna III Masa Sidang III Tahun 2019 dengan agenda Nota Pengantar Raperda APBD TA 2020, yang dilaksanakan di ruang utama Kantor Dewan, Senin (9/9/2019).

Turut hadir Wakil Bupati, perwakilan Kejaksaan, Pengadilan, Danlanud, Asisten I dan II serta kepala PD dilingkungan Pemkab Kubar.

Lebih lanjut Bupati menjelaskan, pada hakekatnya target pencapaian kinerja yang terukur dari setiap urusan pemerintah daerah, proyeksi pendapatan, belanja dan pembiayaan daerah yang dijadikan sebagai dasar penyusunan struktur APBD, maupun prioritas program serta plafon anggaran menurut urusan pemerintah.

Dan berdasarkan evaluasi diusulkan rencana APBD TA 2020 secara rasional dengan mempertimbangkan kemampuan keuangan dan target prioritas pembangunan RPJMD 2016-2021 untuk tahun ke empat.

Bupati menambahkan, rencana APBD dijadikan lebih lanjut ke dalam Rencana Kerja Angaran (RKA) pada masing-masing organisasi perangkat daerah dengan mengacu pada kesepakatan Kebijakan Umum APBD (KUA) serta Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (PPAS) APBD TA 2020 yang telah didapat dan ditandatangani bersama dalam nota kesepakatan pemerintah daerah dan dewan perwakilan rakyat derah pada 5 Agustus 2019 lalu.

Selanjutnya rencana APBD Tahun Anggaran 2020 secara komprehensif dan sistematis, maka secara garis besar di uraikan dalam empat bagian penting.

Pertama, evaluasi terhadap pelaksanaan pada belanja tidak langsung dan belanja langsung APBD TA 2018. Kedua, keadaan sampai dengan akhir tahun 2018.

Dan ketiga, proyeksi pendapatan daerah tahun 2020, dan keempat prioritas belanja daerah TA 2020 dan pembiayaan daerah TA 2020.

Selanjutnya dari dana perimbangan yang diterima dari dana bagi hasil pajak/dana bagi hasil bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU), Alokasi Dana Desa (ADD) Dana Insentif daerah(DID) Dana Alokasi Khusus Fisik( DAK Fisik) dan Dana Alokasi Khus Non Fisik.

Belanja tidak langsung pada APBD 2020 diproyeksikan sebesar 43,32 persen dari total belanja untuk dimaksud, belanja pegawai,subsidi, hibah, bantuan sosial, bantuan keuangan, dan belanja tidak terduga.

Sedangkan belanja langsung diproyeksi sebesar 56,68 persen dari total belanja daerah terdiri dari belanja pegawai, belanja barang dan jasa, serta belanja modal. (hms10)

Tags
APBD 2020
Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved