Terlibat Kerusuhan, Polda Papua Barat Tetapkan 30 Orang Jadi Tersangka

Sebanyak 30 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kerusuhan di Papua Barat beberapa waktu lalu.

Terlibat Kerusuhan, Polda Papua Barat Tetapkan 30 Orang Jadi Tersangka
Kolase Kompas TV
Kerusuhan terjadi di Manokwari, Papua Barat, Senin (19/8/2019). Kompas TV melaporkan, dalam kerusuhan itu, massa membakar gedung DPRD Papua Barat. 

TRIBUNKALTIM.CO-Sebanyak 30 orang resmi ditetapkan sebagai tersangka kasus kerusuhan di Papua Barat beberapa waktu lalu.

Para tersangka yang ditetapkan tersangka dari Polda Papua Barat, karena terlibat kasus perusakan, pembakaran, penjarahan saat kerusahan 19-21 Agustus lalu. 

Dari 30 tersangka yang telah ditetapkan itu, satu tersangka terkait ujaran kebencian melalui media sosial Facebook.

"30 tersangka ini tersebar di empat kabupaten, yakni Manokwari, Sorong, Teluk Bintuni dan Fakfak," kata Kabid Humas Polda Papua Barat, AKBP Mathias Krey, Selasa (10/9/2019).

Mathias menuturkan, 30 tersangka itu dimana 13 di antaranya terlibat aksi rusuh di Manokwari, 13 tersangka pada kerusuhan di Sorong dan 3 tersangka terlibat dalam kerusuhan di Fakfak.

Sedangkan satu tersangka, kasus ujaran kebencian di Kabupaten Teluk Bintuni.

Polda Papua Barat juga menetapkan 12 orang masuk dalam daftar pencairan orang (DPO).

Dengan rincian 1 DPO di Manokwari terkait kasus pembakaran kantor DPR Papua Barat, 11 orang di Sorong, kasus perusakan Bandara Deo Sorong dan Pembakaran Lapas Sorong.

"Untuk total laporan yang kami terima ada 88 laporan polisi, 40 laporan polisi di Manokwari, 43 laporan polisi di Sorong, 4 laporan polisi di Fakfak dan 1 laporan polisi di Bintuni," ujar Mathias.

Kerusuhan terjadi saat demo memprotes tindakan rasisme terhadap mahasiswa Papua di Surabaya dan Malang, Jawa Timur

Halaman
1234
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved