Tersangka Kasus Kepemilikan Senpi Ilegal Kivlan Zen Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Alasannya

Penasihat hukum Kivlan, Tonin Tachta, menyampaikan permohonan itu usai jaksa membacakan dakwaan terhadap kliennya

Tersangka Kasus Kepemilikan Senpi Ilegal Kivlan Zen Ajukan Penangguhan Penahanan, Ini Alasannya
.(ANTARA FOTO/RENO ESNIR)
Terdakwa kasus dugaan kepemilikan senjata api ilegal Kivlan Zen (tengah) didampingi penasehat hukumnya mengikuti sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Jakarta, Selasa (10/9/2019). Jaksa penuntut umum mendakwa Kivlan Zen menguasai empat pucuk senjata api dan 117 peluru tajam secara ilegal. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Terdakwa kasus penguasaan senjata api ilegal

Mayor Jenderal TNI (Purnawirawan) Kivlan Zen mengajukan penangguhan penahanan

kepada Majelis Hakim PN Jakarta Pusat yang menangani perkaranya.

Penasihat hukum Kivlan, Tonin Tachta, menyampaikan permohonan itu usai jaksa membacakan dakwaan

terhadap kliennya dalam sidang di PN Jakarta Pusat, Selasa (10/9/2019).

"Kami akan mengajukan surat juga kepada Yang Mulia perihal permohonan penangguhan atau pengalihan penahanan

selama pemeriksaan pengadilan," ujar Tonin.

Hakim Ketua Haryono meminta surat permohonan penangguhan penahanan itu dibuat dua rangkap.

Rangkap kedua untuk jaksa penuntut umum. "Sementara masih dalam penahanan oleh Majelis," kata Haryono.

Usai sidang, Tonin menyampaikan, penangguhan penahanan diajukan karena Kivlan menderita beberapa penyakit

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved