Berita Berau Terkini

UPDATE 50 Titik Panas di Berau Kalimantan Timur Terdeteksi Satelit, Jarak Pandang 3 Kilometer

Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi mengungkapkan, saat ini jarak pandang menurun lantaran ada kebakaran hutan di beberapa titik.

UPDATE 50 Titik Panas di Berau Kalimantan Timur Terdeteksi Satelit, Jarak Pandang 3 Kilometer
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Sejak Selasa (10/9/2019) pagi, kabut asap di wilayah Kabupaten Berau, Kalimantan Timur, memang cukup tebal, namun berangsur menurun. Melalui satelit, BMKG Berau melaporkan, hari Selasa ini, ada 50 titik panas yang terdeteksi. 

TRIBUNKALTIM.CO, TANJUNG REDEB – Hari Selasa (10/9/2019) Kabupaten Berau, Kalimantan Timur kembali panen titik panas. Menurut citra sateoit Badan Meteorologi dan Klimatologi atau BMKG Berau, saat ini terpantau ada 50 titik panas dengan tingkat akurasi di atas 50 hingga 100 persen.

Berbeda dengan titik panas yang terpantau pada hari Senin lalu, di mana titik panas terbanyak di Kecamatan Pulau Derawan, Kalimantan Timur, hari ini titik panas terbanyak terpantau di Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur.

Titik panas lainnya juga terpantau di Kecamatan Batu Putih, Gunung Tabur, Kelay, Pulau Derawan, Segah, Tabalar dan Kecamatan Talisayan.

Sementara kemungkinan hujan diprediksi hanya terjadi di Kecamatan Kelay dan Kecamatan Segah.

Kepala BMKG Berau, Tekad Sumardi mengungkapkan, saat ini jarak pandang menurun lantaran ada kebakaran hutan di beberapa titik.

“Jarak pandang saat ini hanya 3 kilometer dan kemungkinan jarak pandang naik di atas jam 12.00 wita nanti,” ungkapnya.

Jumlah titik panas yang terpantau hari ini, menurut Tekad Sumardi menurun jika dibanding hari Rabu (5/9/2019) lalu yang terpantau 79 titik.

Sebanyak 79 titik panas ini terpantau di Kecamatan Biatan, Kecamatan Kelay, Kecamatan Sambaliung, Kecamatan Segah dan terbanyak ada di Kecamatan Pulau Derawan.

Meski demikian, Tekad Sumardi mengatakan, 50 titik yang terpantau ini harus diwaspadai, apalagi titik panas dengan tingkat kepercayaan di atas 78 persen hingga 100.

“Tetap harus diantisipasi, karena sampai akhir Oktober 2019 harus terus waspada,” tegasnya.

Halaman
1234
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved