Berita Kukar Terkini

6 Fakta Dua Bocah Wanita Korban Trafficking di Muara Jawa, Dijadikan PSK Dibayar Rp 300 Ribu

Kali ini ada dua perempuan di bawah umur. Mereka ini bertempat tinggal di Kecamatan Muara Jawa, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, korban.

6 Fakta Dua Bocah Wanita Korban Trafficking di Muara Jawa, Dijadikan PSK Dibayar Rp 300 Ribu
TRIBUN KALTIM/BUDI SUSILO
ILUSTRASI - Wanita tuna susila di lokalisasi Lokalisasi Km 17, Balikpapan, Kalimantan Timur, masih bersliweran menunggu tamu, Selasa (31/5/2016). Kini lokasi ini sudah tidak ada lagi sejak tahun 2018. 

"Sekali melayani tamu, korban dibayar Rp 300 ribu," kata Anton, Kapolsek Muara Jawa.

Lantas entah kenapa kedua bocah ini kemudian mencoba kabur dari lokalisasi.

5. Bermula Kabur dari Rumah Masuklah ke Lembah Lokalisasi

Pengakuan korban perdagangan manusia, awal bergabung ke lokalisasi tidak ada niat. 

Bermula itu kabur dari rumah. Sebut saja Mawar kabur dari rumahnya di Muara Badak dengan satu temannya sebut saja Bulan. Kedua bocah perempuan ini ke Palaran Kota Samarinda.

Hanya bermodalkan sepeda motor.

Lantas motor si Mawar dijual untuk biaya hidup dan biaya kosan selama di Palaran, Samarinda.

Dalam perjalannnya, uang habis lalu kedua wanita ini pun berniat mencari kerja hingga akhirnya tersangkut ke lokalisasi di Muara Jawa.

Para wanita tuna susila beraktivitas di kamar Lokalisasi Bayur, Kelurahan Sempaja Utara Samarinda Utara, Minggu (17/5/2016).
Para wanita tuna susila beraktivitas di kamar Lokalisasi Bayur, Kelurahan Sempaja Utara Samarinda Utara, Minggu (17/5/2016). (TRIBUNKALTIM/NEVRIANTO HP)

6. Satu Orang Sempat Kabur dari Lokalisasi

Si Bulan, teman Mawar, sempat kabur dari kompleks lokalisasi Muara Jawa sekitar 7 September 2019.

Ia dijemput temannya dari Palaran, Kota Samarinda.

Korban ini kembali pulang ke rumahnya di Muara Badak.

Polisi membawa Bulan ke Polsek Muara Jawa untuk dimintai keterangannya.

Kedua pelaku dipekerjakan sebagai PSK di kompleks lokalisasi sejak 13 Juli 2019 pukul 22.30 Wita.

Hingga kini, IW pemilik wisma lokalisasi pun ditangkap Kepolisian, termasuk BA yang sebagai penjembatan korban dengan pengelola lokalisasi.

Kedua pelaku dikenakan Pasal 2 UURI Nomor 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang Jo Pasal 76 f, Jo Pasal 83 UURI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UURI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

(Tribunkaltim.co/BudiSusilo)

TONTON JUGA:
Penulis: Budi Susilo
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved