Dituduh Menghamili Wanita Penghibur, Oknum Kepala Desa Terancam Dilaporkan Polisi

eorang wanita asal Blitar, Jawa Timur berinisial, Bibi, berniat melaporkan oknum kepala desa di Kecamatan Sukorejo karena menghamilinya

Dituduh Menghamili Wanita Penghibur, Oknum Kepala Desa Terancam Dilaporkan Polisi
NET
Ilustrasi hamil 

TRIBUNKALTIM.CO-Seorang wanita asal Blitar, Jawa Timur berinisial, Bibi, berniat melaporkan oknum kepala desa di Kecamatan Sukorejo, Pasuran berinisial BS, karena dituduh menghamilinya. 

Namun sebelum melaporkan kepada polisi, keduanya pernah dipertemukan di Kantor Kecamatan Sukorejo, Senin (9/9/2019) sore.

Pertemuan ini diinisiasi Camat Sukorejo. Tujuannya untuk meluruskan kasus ini, agar tidak sampai ke polisi namun pertemuan ini dilaporkan berjalan sangat alot.

Kepada media, Kades BS menolak disebut telah menghamili Bibi.

"Kalau menghamili tidak mungkin. Tapi saya kenal dan pernah berhubungan badan dengan Bibi di villa kawasan Tretes Kecamatan Prigen," kata dia.

Kades BS mengaku, yang pertama kali mengajak kenalan adalah Bibi.

Menurut kades BS, Bibi yang pertama kali telepon dan mengajaknya bertemu.

Bibi mengaku mendapat nomor telepon Kades BS dari seorang temannya dan selanjutnya, Kades BS mengaku saling suka.

Akhirnya, keduanya membuat janji dan bertemu di sebuah vila.

Di sana, Bibi mengaku selama ini bekerja sebagai wanita penghibur.

Bibi mengaku terpaksa menjadi wanita penghibur karena banyaknya beban kehidupan keluarga yang harus ditanggungnya.

Dikabarkan Hamil, Perut Syahrini Tampak Semakin Membuncit, Reino Barack Temani Sang Istri Manggung

Dicurigai Penculik Anak, Wanita Hamil di India Dipukul Sekelompok Orang

Kisah Pilu dari Banten, Bayi dalam Kandungan Ibu Hamil Ditandu 7 Kilometer Meninggal di Tengah Jalan

Trik Maut Duda Muda Ajak Gadis 15 Tahun Tidur di Kosnya, Berujung Hubungan Badan Hingga Hamil

"Tidak lama kami berpisah. Saya juga sudah memberikan sejumlah uang," katanya.

Seminggu kemudian, ia mengirim foto alat tes kehamilan.

Ia mengaku hamil dan meminta uang untuk menggugurkan kandungannya.

Kendati mengaku pernah berhubungan badan dengan Bibi, Kades BS merasa yakin bahwa anak di kandungan Bibi bukan hasil perbuatannya.

Ia juga mengaku sudah meminta Bibi untuk bertemu kembali namun Bibi sudah tidak bisa dihubungi.

"Tidak masuk akal kalau saya menghamilinya," kata Kades BS.

Di sisi lain, Bibi mengaku kepada wartawan bahwa dirinya dihamili seorang kades.

Ia menceritakan pertemuan dan iming-iming yang akan diberikan bila bersedia berhubungan badan dengan sang kades.

"Saya kenal pak kades bulan Agustus lalu. Saya dirayu akan dinikah sirih bila mau berhubungan badan. Setelah saya hamil, ia malah sulit untuk ditemui. Saya akan lapor ke polisi," kata Bibi.

Sementara itu, Camat Sukorejo Diano Vela Feri Santoso mengaku pihaknya harus mengklarifikasi persoalan yang terjadi di jajarannya.

"Kami ingin mengetahui persoalan yang sebenarnya untuk segera dicarikan solusi. Kami berharap kasus ini bisa segera terselesaikan," kata Camat Diano. (*)

TONTON JUGA:

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved