BJ Habibie Wafat

Kabar Duka, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Meninggal Dunia, Sang Keponakan Sempat Ungkap Saat Terakhir

Presiden ketiga RI, Bacharuddin Jusuf Habibie meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya.

Kabar Duka, Presiden ke-3 RI BJ Habibie Meninggal Dunia, Sang Keponakan Sempat Ungkap Saat Terakhir
TRIBUNNEWS.COM/JEPRIMA
Presiden Republik Indonesia ke 3, Bacharuddin Jusuf Habibie saat menghadiri acara syuting film yang berjudul Rudy Habibie di Dapur Film, Ampera, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2016). Film Rudy Habibie bercerita tentang kisah kehidupan Presiden RI ke-3 ketika masih muda. 

Sakit karena faktor usia dan aktivitas tinggi

Thareq menyatakan ayahnya jatuh sakit karena faktor usia dan banyaknya aktivitas yang ia jalani sehari-hari sehingga hal itu menimbulkan masalah pada kesehatan jantungnya.

"Mohon dimengerti Bapak itu agak sepuh ya. Sudah di atas 80 (tahun), yakni 83 (tahun) menginjak 84 tahun. Beliau beraktivitas sangat tinggi sehingga Bapak suka lupa bahwa Beliau itu 80-an. Karena otaknya masih jalan tapi sesuai natural manusia badan kan enggak akan selalu ikut," kata dia.

"Bapak saya dari dulu semenjak muda punya masalah dengan jantung. Otomatis karena kian menua ini jantungnya sangat melemah. Dengan aktivitas yang tinggi tidak dikasih waktu istirahat, badannya memberontak. Jadilah ada masalah," kata Thareq.

Thareq meminta doa semua pihak agar ayahnya bisa ssgera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa.

Dirawat di CICU, kunjungan dibatasi

Ia pun mengungkapkan, BJ Habibie dirawat secara intensif di ruangan Cerebro Intensive Care Unit (CICU), Paviliun Kartika.

Keluarga, kata Thareq, sengaja membawa ayahnya ke rumah sakit agar bisa istirahat penuh.

"Sengaja dimasukin ke ICU karena tidak ada pilihan lain untuk membiarkan beliau istirahat untuk bisa menyembuhkan diri. Walaupun dikasih obat macam-macam tapi kalau enggak istirahat total tidak ada guna," katanya.

Keluarga juga sengaja membatasi pengunjung yang hendak menjenguk ayahnya. Sebab, jika tak dibatasi, Habibie tak kunjung beristirahat.

"Keadaan Bapak sudah stabil membaik. Cuma Bapak sangat lemes, sangat capek diajak ngomong. Bereaksi diajak ditanya manggut bisa, tetapi tidak ada bahwa Bapak itu dalam keadaan kritis. Sudah membaik, sudah stabil," ucap dia

Tak akan dibawa ke Jerman

Thareq juga menyatakan ayahnya tak akan dibawa ke Jerman terkait kondisi kesehatannya.

Ia mengatakan, keluarga besar Habibie percaya dengan kualitas tim medis yang menangani ayahnya.

"Tidak, tidak, tim dokter di sini bagus, kenapa harus dibawa ke Jerman?" kata Thareq.

"Lagi pula sebagai orangtua yang sakit, kalau terbang dalam jarak jauh dan beliau dalam keadaan begini ya lebih bahaya," ujar dia.

(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved