Kasus Demam Berdarah di Kota Bontang Rawan Kejadian Luar Biasa, Ini Arahan Neni Moernaeni

Kasus demam berdarah atau DBD di Bontang mencapai angka mengkhawatirkan bahkan mendekati Kejadian Luar Biasa, Walikota Neni Moernaeni beri arahan

Kasus Demam Berdarah di Kota Bontang Rawan Kejadian Luar Biasa, Ini Arahan Neni Moernaeni
Tribun Kaltim/GEAFRY NECOLSEN
Kasus DBD di Kabupaten Berau cenderung meningkat, Dinas Kesehatan terus berupa menekan dengan cara melakukan oengasapan di sejumlah kawasan endemik DBD. 

TRIBUNKALTIM.CO, BONTANG — Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kota Bontang masuk dalam wilayah rawan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Hingga pekan ke-33 tahun ini jumlah kasus melonjak drastis tahun ini ketimbang tahun-tahun sebelumnya.

Ketimbang tahun lalu jumlah kasus memasuki semester kedua tahun ini telah mencapai 500an kasus.

Padahal setahun lalu, jumlah kasus hanya berkisar 157 yang tercatat.

Tingginya jumlah kasus tersebut menyebabkan 3 nyawa melayang akibat terjangkit virus yang dibawa nyamuk Aedes Aegypti.

Berdasarkan jumlah kasus dan korban Bontang tergolong rawan Kejadian Luar Biasa (KLB).

Menyikapi kondisi tersebut, Walikota Bontang, Neni Moerniaeni kembali menggelar rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) kali kedua terkait permasalahan ini.

Neni Moernaeni meminta agar penanganan kasus DBD harus dilakukan secara massif.

Ia meminta pengasapan harus dilakukan merata di seluruh Kota Bontang.

“Fogging harus dilakukan segera di seluruh Kota Bontang,” ujar Neni Moernaeni saat memimpin rapat koordinasi melibatkan unsur pemerintahan hingga tingkat lurah se-Kota Bontang.

Halaman
123
Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved