BJ Habibie Wafat

Kisah BJ Habibie: Merasa Salah Soal Penyakit Ainun, Bisa Bantu Orang Lain tapi Istri Sendiri Tidak

Bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaik bangsa, Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie.

Kisah BJ Habibie: Merasa Salah Soal Penyakit Ainun, Bisa Bantu Orang Lain tapi Istri Sendiri Tidak
(Kompas/Wisnu Nugroho)
Repro foto BJ Habibie dan Hasri Ainun Besari yang dipamerkan di acara Habibie Festival di Museum Nasional, Jakarta, Kamis (11/8/2016). 

Dalam acara Habibie di Rosi, di Kompas TV, Kamis (18/8/2017) lalu, BJ Habibie bercerita kisahnya mendampingi Ainun berobat.

Awalnya Habibie mengungkapkan istrinya tak mengaku jika sudah mengidap kanker ovarium stadium 4.

Ia pun memaksa Ainun untuk menjalani pemeriksaan MRI (Magnetic Resonance Imaging) hingga akhirnya mengetahui penyakit kanker yang diidap Ainun.

Begitu mengetahui ada kanker yang bersarang di tubuh Ainun, BJ Habibie langsung menghubungi Kedutaan Besar Jerman agar disediakan visa sebab dirinya hendak membawa Ainun berobat ke Muenchen, Jerman.

"Data Ainun paling lengkap di Muenchen," kenang Habibie di acara Habibie di Rosi, Kamis (17/8/2018) malam.

Setelah mendapat visa, Habibie akhirnya menghubungi seorang profesor di Jerman untuk dimintai tolong mengobati Ainun.

Lantas ia pun mencari tiket untuk berangkat ke Muenchen untuk enam orang.

Namun, ternyata tiket untuk berangkat ke Jerman telah habis.

Ia pun mengontak maskapai penerbangan Jerman, Lufthansa.

Ternyata, ia juga kehabisan tiket.

Selang beberapa saat kemudian, Habibie dihubungi Lufthansa.

Mereka mengatakan ada enam orang yang khusus memberikan tiketnya untuk keluarga Habibie.

"Saya tanya, itu orang Indonesia atau orang luar negeri? Mereka bilang itu orang luar negeri. Katanya mereka mau ngasih tiketnya untuk Pak Habibie. Lantas saya bilang saya ingin ucapkan terima kasih kepada mereka," tutur Habibie.

Habibie juga menceritakan keinginan Ainun yang tak mau meninggal dunia di luar negeri sebelum berangkat ke Jerman untuk berobat.

"Saya bilang siapa bicara mati. Yang tentukan orang mati adalah Tuhan. Tapi kasih tahu kendala sebelum berangkat, kok kenapa ini (jalan) terbuka semua, ini kan berarti sinyal dari atas, terus dia (Ainun) bilang oke saya nurut kamu (Habibie)," ujar Habibie.

"Maka kalau saya berhadapan dengan orang yang saya harus bantu (karena) dia sakit saya merasa terpukul kok saya bisa bantu orang lain, (tapi) istri saya tidak. Saya merasa bersalah," kenang Habibie lagi.

FOTO Hasri Ainun Habibie - SEJARAH HARI INI: 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie Tutup Usia Setelah 9 Kali Operasi di RS Jerman
FOTO Hasri Ainun Habibie - SEJARAH HARI INI: 22 Mei 2010, Hasri Ainun Habibie Tutup Usia Setelah 9 Kali Operasi di RS Jerman (Kolase redhatblog.com & tiwwidy.wordpress.com)

Sempat benci semua dokter

Presiden ketiga Republik Indonesia, Bacharuddin Jusuf Habibie, mengaku sempat membenci semua dokter.

Hal itu terjadi saat istrinya, Hasri Ainun Habibie meninggal dunia.

"Terus terang waktu Ainun meninggal, saya benci semua dokter. Semua dokter menurut saya gagal. Saya marah sekali," ujar Habibie dalam acara "Rosi Spesial Kemerdekaan: Habibie, Kemerdekaan, dan Cinta" di Kompas TV, Kamis (17/8/2017).

Arlis Reksoprojo, seorang dokter yang juga sahabat Ainun tak luput dari sasaran amarah Habibie saat itu.

Habibie masih terus mempertanyakan mengapa tak seorang pun bisa menyelamatkan Ainun sehingga ia harus kehilangan istri tercintanya.

"Kasihan Arlis," tuturnya.

Habibie mengaku juga sempat marah-marah kepada seorang profesor doktor asal Jerman yang merupakan guru besar nomor satu dalam bidang ilmu kedokteran.

Arlis yang saat itu berada di sebelahnya sampai mengira Habibie gila.

Namun, beberapa bulan kemudian Habibie meminta maaf pada profesor tersebut.

Kondisi Habibie pun dapat dipahami.

"Saya minta maaf. Prof, maaf saya kurang ajar," ujar Habibie.

Mereka yang dimarahi Habibie mengaku sudah biasa menjadi sasaran amarah seseorang yang kehilangan keluarga atau kerabat dekatnya.

"Saya pikir, setiap orang yang kehilangan kawan atau bagian dari dirinya sendiri akan bereaksi seperti itu," kata Habibie.

Ainun meninggal di RS Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Grohadern, Munich, 22 Mei 2010 sekitar pukul 17.35 waktu Jerman atau sekitar pukul 22.50 WIB.

Ia menderita penyakit kanker ovarium dan sempat menjalani sembilan kali operasi.

Melewati masa kritis sekitar satu hari, Ainun akhirnya mengembuskan napas terakhirnya.

Jenazah Ainun dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata pada 25 Mei 2010.

(*)

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved