Berita Berau Terkini

Masuk Kawasan Rawan Kebakaran Hutan, Polsek Talisayan Gelar Sosialisasi ke Kampung Capuak Berau

Nah, kebakaran hutan dan lahan umumnya sulit dikendalikan. Karena selain faktor kemarau yang membuah semak belukar dan tumbuhan lainnya mengering.

Masuk Kawasan Rawan Kebakaran Hutan, Polsek Talisayan Gelar Sosialisasi ke Kampung Capuak Berau
TribunKaltim.Co/Geafry Necolsen
Kapolsek Talisayan, Iptu Budi Witikno, didampingi Pejabat sementara Kepala Kampung Capuak Sigit Dwi memberikan penjelasan kepada masyarakat tentang bahayanya membakar lahan, Rabu (11/9/2019). 

Murid-murid sekolah dasar pun, berbondong-bondong membeli masker agar asap tidak langsung terhirup.

Salah satu orang tua siswa, Ardi mengatakan, kabut asap akan berbahaya jika terus-menerus dihirup dan masuk kedalam paru-paru manusia, utamanya anak kecil. Olehnya itu sebagai pelindung, masker ia pasangkan kepada anaknya yang masih duduk di bangku taman kanak-kanak.

"Pukul 06.00 Wita tadi keluar rumah, asapnya parah. Jadi beli masker untuk perlindungan," tandasnya.

Penyebab asap tidak bisa dipastikan, namun kemungkinan besar berasal dari kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di RT 11 dan 12 Kelurahan Petung dan RT 03 Desa Giripurwa yang masih dalam penanganan petugas.

Kebakaran lahan jenis gambut tebal tersebut, terjadi sejak Minggu (6/9/2019) pukul 19.03 Wita dan masih belum padam hingga saat ini. Luasan area yang terbakar sementara sekitar 80 hektare.

"Pemadaman sementara dihentikan oleh tim gabungan perhari ini pukul 19.00 Wita dan akan dilanjutkan besok pagi pukul 08.00 Wita," kata Kasubid Logistik dan Peralatan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) PPU, Nurlaila, dikutip dari grup whatsapp Pusdalops BPBD PPU, Selasa (10/9/2019).

Sebelumnya, sejak pagi, Selasa (10/9/2019), pengamatan Tribunkaltim.co ada suasana atmosfir yang berbeda kali ini di Kota Balikpapan.

Terdapat kabut  yang diperkirakan sebagai kabut asap telah menyelimuti Kota Balikpapan, Provinsi Kalimantan Timur saat musim kemarau sekarang ini. 

Nah, kabut asap tersebut di khawatirkan merupakan asap dari lahan yang terbakar yang sudah beberapa hari ini kerap terjadi di sekitaran Kota Balikpapan.

Dari hasil pantauan BMKG Balikpapan menjelaskan pada Tribunkaltim.co membenarkan bahwa kabut tersebut memang merupakan kabut asap.

"Iya benar kabut yang cukup tebal tersebut memang kabut asap hanya saja itu bukan berasal dari Balikpapan“ ujar Mulyono dari bagian data dan informasi BMKG Balikpapan kepada Tribunkaltim.co pada Selasa (10/9/2019) pagi. 

Dia menyatakan, kemungkinan besar itu asap berasal dari dampak kebakaran hutan dan lahan di beberapa titik area kabupaten yang berdekatan dengan Kota Balikpapan.

Bisa dipastikan kabut asap dari kebakaran hutan ini merupakan kiriman, bukan sepenuhnya berasal dari Kota Balikpapan. 

“Itu merupakan kabut asap yang dibawa angin, karena sekarang arah angin kan dari selatan dan barat daya jadi asal kabut itu sendiri bukan dari Kota Balikpapan," tegas BMKG Balikpapan. 

TONTON JUGA:
Penulis: Geafry Necolsen
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved