BJ Habibie Wafat

Sisi Lain BJ Habibie: Bapak Pesawat yang Sebenarnya Tak Pernah Ingin Jadi Presiden

Dengan meninggalnya Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie, bangsa Indonesia kembali kehilangan putra terbaik bangsa.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden RI ketiga BJ Habibie (tengah) saat menghadiri pembukaan Sidang Tahunan MPR Tahun 2017 di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2017). Sidang tersebut beragendakan penyampaian pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo dalam rangka HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia. 

Untuk membuat pesawat ini, Habibie meminta bantuan kepada Presiden Joko Widodo.

"Yang kami butuhkan adalah dukungan pemerintah untuk financing bagian Indonesia. Bagian swasta dan luar negeri, mereka akan ikut kalau dari pemerintah ikut menyumbang dalam arti mengatakan 'silakan' karena industri pesawat terbang seperti Boeing dan Airbus dapat bantuan yang sama," ujar Habibie kepada Jokowi saat menunjukkan miniatur R80.

Habibie memaparkan kehebatan dari R80.

ILUSTRASI. Pesawat R80 - Habibie ;
ILUSTRASI. Pesawat R80 - Habibie ; (PT Regio Aviasi Industri RAI)

Menurut dia, pesawat yang digerakkan oleh baling-baling memiliki kelebihan seperti mampu mengangkut penumpang dalam jumlah banyak, yakni antara 80-90 orang, waktu berputar yang singkat, hemat bahan bakar, dan perawatan yang mudah.

Habibie menyebutkan, pesawat ini nantinya tidak kalah hebatnya dibandingkan Boeing 777.

Pesawat R80 sangat tepat digunakan untuk tipe bandara sedang yang banyak ada di Indonesia.

Targetnya, proyek ini dapat diproduksi massal pada 2024.

Tak berniat jadi presiden

Begitu kembali ke Indonesia, selama 20 tahun, Habibie menjabat Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT.

Setelah itu, ia dipilih MPR menjadi Wakil Presiden menggantikan Try Sutrisno.

Halaman
1234
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved