Warga Terpaksa Minum Air Keruh dari Bantaran Kali, Kadang Berebutan dengan Hewan Peliharaan

Mereka terpaksa minum air keruh dari bantaran kali yang letaknya dekat dengan permukiman.

Warga Terpaksa Minum Air Keruh dari Bantaran Kali, Kadang Berebutan dengan Hewan Peliharaan
(KOMPAS.COM/NANSIANUS TARIS)
Seorang warga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka saat mengambil air di lubang yang mereka gali di bantaran sungai, Selasa (10/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO, MAUMERE - Kekeringan yang melanda Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur, semakin meluas.

Hingga kini, banyak warga yang mengalami krisis air bersih untuk masak dan minum serta kebutuhan rumah tangga lainnya.

Seperti yang dialami warga Desa Reroroja, Kecamatan Magepanda, Kabupaten Sikka.

Mereka terpaksa minum air keruh dari bantaran kali yang letaknya dekat dengan permukiman.

Kondisi itu sudah berlangsung selama berbulan-bulan.

Untuk mendapatkan air di bantaran sungai tersebut, warga terpaksa menggali lubang sedalam 50 cm hingga 1 meter.

"Selama musim kering ini kami terpaksa minum air keruh.

Itu kami dapatkan dengan gali di bantaran sungai ini.

Kalau tidak ya, tidak bisa masak, minum, dan cuci.

Belum lagi mau simpan di MCK," ujar Yovita Yuli, salah seorang warga, kepada Kompas.com, Selasa (10/9/2019).

Halaman
12
Editor: Mathias Masan Ola
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved