Lakukan Pungli Saat Tsunami Selat Sunda, Terdakwa Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tiga terdakwa kasus dugaan pungutan liar pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Banten

Lakukan Pungli Saat Tsunami Selat Sunda, Terdakwa Dituntut 1,5 Tahun Penjara
TribunKaltim.Co/HO/Kompas.Com
Terdakwa kasus dugaan pungli pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Banten saat menjalani sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (11/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO-Jaksa Penuntut Umum (JPU) menuntut tiga terdakwa kasus dugaan pungutan liar pengurusan jenazah korban tsunami Selat Sunda di Banten, dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Rabu (11/9/2019).

Tiga terdakwa yang dituntut tersebut antara lain adalah Tb Fathullah dituntut 1 tahun 6 bulan penjara. Lalu Budiyanto dan Indra Juniar Maulana masing-masing dituntut 1 tahun penjara

"Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Tb Fathullah berupa pidana penjara 1 tahun enam bulan, dikurangi masa penahanan sementara,

dan membayar denda senilai Rp 10 juta, subsider tiga bulan pidana kurungan," kata JPU Erlangga Jayanegara di PN Serang, Rabu (11/9/2019).

Dalam tuntutannya, JPU menilai, Fathullah terbukti meyakinkan dan sah melakukan tindak pidana secara bersama-sama memaksa orang lain untuk melakukan pembayaran yang tidak sah.

Sementara terhadap dua terdakwa lainnya, Budiyanto dan Indra, JPU menuntut keduanya dengan pidana masing-masing 1 tahun penjara.

Selain itu, keduanya diminta untuk membayar denda Rp 5 juta subsider dua bulan penjara. Usai dibacakan tuntutan, terdakwa tampak menangis.

Terutama terdakwa TB Fathullah langsung menghampiri dan memeluk istrinya.

Rencananya, sidang berikutnya digelar pekan depan dengan agenda pledoi atau pembacaan nota pembelaan yang diajukan oleh ketiga terdakwa.

Diketahui, pada akhir Desember 2018 lalu, Polda Banten menetapkan 3 tersangka kasus dugaan pungutan liar pengambilan jenazah korban tsunami Selat Sunda yang dilakukan oleh oknum di Rumah Sakit dr Drajat Prawiranegara (RSDP), Kabupaten Serang.

Tiga tersangka ditetapkan setelah Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Krimsus) Polda Banten memeriksa lima orang saksi dan mengamankan dua alat bukti berupa kuitansi dan uang tunai Rp 15 juta.

Satu tersangka berinisial F diketahui merupakan seorang aparatur sipil negara (ASN) yang betugas sebagai staf di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RSDP Kabupaten Serang, Banten.

Sementara dua tersangka lainnya, I dan B, merupakan karyawan CV Nauval Zaidan yang bekerja sama dengan pihak rumah sakit untuk pengadaan mobil jenazah. (*)

Baca Juga

Masih Trauma Manggung Usai Tsunami Banten, Ifan Seventeen Bagikan Foto Sedang Jualan Kebab

Mengaku Sempat Ragu usia Tragedi Tsunami Banten, Ifan Seventeen Putuskan Lanjut jadi Caleg

Rilis 2016 dan Baru Viral Usai Tsunami Banten, Ini Lirik dan Cara Download Lagu Seventeen Kemarin

Gempa Berpotensi Tsunami, Polda Banten Imbau Warga Naik ke Tempat Tinggi, Sukabumi dan Cianjur Sudah

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved