Pilkada Samarinda, Ada Biaya Pendaftaran di Beberapa Parpol, Paling Mahal PDI Perjuangan Rp 25 Juta

Sejumlah parpol mematok biaya pendaftaran bagi para kandidat yang ingin bertarung di Pilkada Samarinda, begini komentar Bawaslu Samarinda

Pilkada Samarinda, Ada Biaya Pendaftaran di Beberapa Parpol, Paling Mahal PDI Perjuangan Rp 25 Juta
tribunkaltim.co/Cahyo Wicaksono Putro
Helmi Abdullah mengambil formulir di PDI Perjuangan untuk Andi Harun 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Mendekati pemilihan kepala daerah kota dan kabupaten pada 2020 mendatang, beberapa hal tengah menjadi sorotan publik.

Contohnya mengenai besarnya biaya pendaftaran yang harus dibayar oleh bakal calon walikota dan wakil walikota Samarinda.

Untuk Pilkada Samarinda mendatang, saat mendaftar di partai politik, biaya pendaftaran yang dibayarkan memang dianggap tak masuk akal oleh Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Samarinda, Abdul Muin.

Walau demikian, lantaran belum masuk tahapan pesta demokrasi pihaknya tak bisa berbuat banyak.

Itu artinya, pengawas ini hanya bisa mengkaji.

"Sepanjang tertuang dalam aturan, ya, sah-sah saja," terangnya, Kamis (12/9/2019).

Muin memaparkan, menurut UU Nomor 8 Tahun 2015 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah.

Pengganti UU Nomor 1 Tahun 2014 Tentang Pemilihan Gubernur, Bupati dan Walikota menjadi UU 8 Tahun 2015.

Secara eksplisit Pasal 47 mengatur partai politik atau gabungan partai politik dilarang menerima imbalan dalam bentuk apapun pada proses pencalonan gubernur dan wakil gubernur, bupati dan wakil bupati, serta wali kota dan wakil wali kota.

Menanggapi itu, Muin menyebut di Bawaslu ada mekanisme tertentu yang harus diperhatikan.

Halaman
1234
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved