Polres Malang Beri Diskresi, Pelajar Pembunuh Begal Tak Ditahan

Polres Malang, Jawa Timur menetapkan ZA (17) pelajar SMA sebagai tersangka, pembunuhan terhadap seorang begal karena pacarnya hendak diperkosa

Polres Malang Beri Diskresi, Pelajar Pembunuh Begal Tak Ditahan
(iStockphoto)
Ilustrasi 

TRIBUNKALTIM.CO-Polres Malang, Jawa Timur menetapkan ZA (17) pelajar SMA sebagai tersangka, pembunuhan terhadap  seorang begal karena pacarnya hendak diperkosa.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangjka, namun ZA ini tak dilakukan penahanan. Hal ini dilakukan Polres Malang sebagai bentuk dskresi karena ia masih berstatus pelajar dan melakukan pembunuhan karena pembelaan. 

“Saya sampaikan, terhadap ZA kami tidak lakukan penahanan karena dia membela diri dan kedua masih di bawah umur,” kata Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, saat dihubungi, Rabu (11/9/2019).

Video Pilihan:

Yade mengatakan, ZA hanya dikenai wajib lapor setelah jam sekolah selesai.

“Kami gunakan wajib lapor di luar jam sekolah,” katanya.

Sementara itu, polisi tidak bisa mencabut status tersangka ZA meskipun melakukan pembunuhan karena membela diri saat dibegal dan sang pacar akan diperkosa.

Yade mengatakan, proses tersangka tetap berlangsung karena polisi tidak berwenang menilai perbuatan seorang pelaku.

Menurutnya, polisi hanya bertindak sesuai dengan barang bukti yang didapatkan. Adapun bersalah atau tidaknya nanti pengadilan yang akan menentukan.

“Kami tidak tahan, tapi kami tetap proses sebagai tersangka. Perbuatan dinilai itu bukan wewenang polisi,” katanya.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved