Setrap Anak Anggota Dewan di Sekolah, Guru Dilaporkan ke Polisi

Guru agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Kasri, yang menyetrap anak seorang anggota DRPD Lombok Timur

Setrap Anak Anggota Dewan di Sekolah, Guru Dilaporkan ke Polisi
(KOMPAS.COM/IDHAM KHALID)
Kasri guru Agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur. 

TRIBUNKALTIM.CO - Guru agama di SDN 4 Desa Anggaraksa, Kecamatan Pringgabaya, Lombok Timur, Kasri, yang menyetrap anak seorang anggota DRPD Lombok Timur, dilaporkan ke polisi.

Mahrus anggota DPRD Lombok Timur Dapil V, suami dari Endang Srihartuti, membenarkan istrinya telah melaporkan Kasri karena telah melakukan pemukulan terhadap anaknya, pada Rabu (4/9/2019).

"Iya benar, istri saya melapor ke polisi, karena tidak terima pelakuan terhadap anaknya," ungkap Mahrus, saat dikonfirmasi, Selasa (10/9/2019).

Mahrus menyebutkan, perselisihan dengan guru tersebut tidak bisa diselesaikan secara kekeluagaan karena guru tersebut hanya sekali mendatangi rumahnya untuk minta maaf.

"Waktu itu dia bersama kepala sekolah, bersama anggota Komite datang ke rumah untuk minta maaf, tapi itu hanya sekali," kata Mahrus.

Jika kejadian seperti ini, lanjut Mahrus, seharusnya guru tersebut tidak hanya sekali ke rumah, tapi perlu berkali-kali untuk mencapai mufakat.

"Kalau menurut saya, bukan hanya sekali saja guru datang ke rumah, itu pun datang waktu itu istri saya tidak ada di rumah, menurut saya perlu banyak bertemu agar mencapai kesepakatan," ungkap Mahrus.

Ia menyebut, tidak bisa menahan istrinya agar tidak melapor ke polisi.

"Saya tidak bisa menahan istri saya agar tidak melapor, karena itu haknya," ungkap Mahrus.

Sementara, Kasri membenarkan bahwa dirinya pernah dilaporkan ke polisi dan pernah dimintai keterangan pada Sabtu (8/9/2019) lalu.

Halaman
1234
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved