Sosok Dari BJ Habibie, Antara Cinta, Akal dan Nasionalisme
Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1935 silam tersebut, dinobatkan sebagai Bapak Teknologi Indonesia karena sederet prestasi.
TRIBUNKALTIM.CO-Pria kelahiran Parepare, Sulawesi Selatan 25 Juni 1935 silam tersebut, dinobatkan sebagai Bapak Teknologi Indonesia karena sederet prestasi dan karya fenomenal di dunia teknologi dan ilmu pengetahuan di Indonesia.
Kejeniusan Bacharuddin Jusuf Habibie atau BJ Habibie dalam masalah teknologi dan ilmu pengetahuan, tak terbantahkan.
Presiden RI ke-2 Soeharto pun kepincut dan memintanya untuk pulang dari Jerman untuk memajukan dunia ilmu pengetahuan di Indonesia.
Namun, kehidupan BJ Habibie ternyata tidak melulu masalah angka dan rumus, namun juga masalah lain di luar dunia teknologi, antara lain nasionalisme, cinta pada sesama.
Dalam buku berjudul BJ Habibie: The Power Of Ideas, penulis A Makmur Makka, mengungkapkan, BJ Habibie juga menuangkan ideanya tentang masalah Islam dan Keindonesiaan.
"Sebetulnya orang selalu salah tanggap bahwa beliau itu arahnya teknologi saja, bukan," ujarnya dalam peluncuran buku BJ Habibie: The Power Of Ideas di The Habibie Center, Jakarta, Oktober 2018 lalu.
Kemampuan BJ Habibie untuk menyeimbangkan antara kecerdasan otak dan kemampuan mencintai sesama itulah yang ditangkap oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.
Kemampuan BJ Habibie tersebut, menurut Khofifah, patut diteladani. Dalam kecerdasan dan akhlak yang mendalam, memunculkan sisi BJ Habibie yang romantis dan penuh cinta.
"Selain sebagai tokoh yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, Pak Habibie juga dikenal sebagai sosok yang romantis dan penuh cinta," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/9/2019) malam.
Sisi romantis BJ Habibie itu pun menginspirasi sineas Indonesia, Hanung Bramantyo, untuk film berjudul Rudy Habibie atau dikenal Habibie & Ainun 2.
Film tersebut mampu menyita perhatian masyarakat dan sekaligus memberi inspirasi tentang bagaimana cara mewujudkan cinta kepada sesama.
Seperti diketahui, jenazah BJ Habibie akan dikebumikan di samping makam istrinya, Ainun Habibie, di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Kamis (12/8/2019). Selamat jalan Bapak Teknologi Indonesia. Terima kasih atas inspirasimu tentang cinta ilahi.
Gubernur Ganjar Punya Kenangan Sosok Habibie
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memiliki kenangan dengan sosok, BJ Habibie.
Sebelumnya, Presiden ketiga Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau dikenal dengan BJ Habibie, Rabu (11/9/2019) mengembuskan napas terakhirnya di usianya yang ke-83 tahun.
Setelah dirawat beberapa hari, selepas Maghrib tepatnya pukul 18.05 di RSPAD Gatot Soebroto, Thareq Kemal Habibie putranya mengungkapkan sang ayah telah berpulang.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meceritakan kisahnya yang sangat membekas tentang sosok BJ Habibie.
Meski beberapa kali bertemu, namun ada sesuatu yang berbeda saat keduanya berjumpa di sebuah acara yang digelar PDIP beberapa waktu silam di Ancol, Jakarta.
Ganjar mengatakan, saat dirinya tiba di Ancol di sana sudah nampak beberapa tokoh termasuk BJ Habibie.
Sebelum menyalami satu persatu tokoh, tiba-tiba Ganjar dihampiri oleh suami Ainun itu.
"Tiba-tiba ada yang menepuk pundak saya. Saya kaget ternyata Pak Habibie," katanya, Rabu (11/9/2019).
Bukan hanya ditepuk pundaknya beberapa kali, Ganjar mengatakan BJ Habibie juga sempat menyampaikan pesan.
Kalimatnya singkat, namun bagi Ganjar, kalimat itu sudah membuatnya bergetar karena sarat makna.
"Anak muda, maju terus," ujarnya.
Dengan intelektualitasnya yang tinggi, Habibie memang dikenal sebagai tokoh yang ungkapannya memiliki makna yang dalam.
Bagi Ganjar, ungkapan tersebut jadi sebuah berkah meskipun sebenarnya masih bertanya-tanya apa sejatinya makna tepukan di pundak dan ungkapan "maju terus" yang dilontarkan Habibie.
"Beliau ini teknolog, politisi, beliau ini yang membuat terobosan-terobosan dan seorang legenda yang dihormati di seluruh dunia," tuturnya.
Ganjar berharap, republik ini bakal kembali melahirkan Habibie-Habibie lain yang bakal melambungkan negara dengan kecerdasannya.
Namun yang paling membuat Ganjar terkesan dengan Habibie adalah pengakuan intelektualnya lewat sebuah surat yang sempat diliput stasiun televisi.
"Ternyata bagi beliau, setelah melakukan pengembaraan intelektual sampai tuntas, yang paling penting adalah ilmu agama. Itu yang membikin trenyuh," ceritanya.
Saat ini Ganjar juga tengah menjalankan tugas di Jakarta. Dia mengatakan juga bakal memberi penghormatan terakhir.
"Rencananya besok Kamis (12/9/2019) mau memberi penghormatan terakhir di Taman Makam Pahlawan (Kalibata)," tutupnya
Sosok Romantis dan Penuh Cinta
Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengenang Presiden ke-3 Republik Indonesia BJ Habibie sebagai sosok yang romantis dan penuh cinta, di samping sosok tokoh yang prestasinya menginspirasi bangsa Indonesia.
"Selain sebagai tokoh yang berprestasi dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, Pak Habibie juga dikenal sebagai sosok yang romantis dan penuh cinta," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Rabu (11/9/2019) malam.
Bagi mantan Menteri Sosial ini, figur BJ Habibie adalah figur referensi yang teladan dalam bidang pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek) sekaligus iman dan ketaqwaan (Imtaq).
Dia menjadwalkan menghadiri pemakaman BJ Habibie di Taman Makam Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Kamis (12/9/2019) besok.
"Tapi sebelum itu, sesudah shalat Subuh besok, di Masjid Al-Akbar Surabaya akan digelar shalat Ghaib berjamaah untuk mendoakan almarhum, Insya Allah saya ikut, setelah itu baru terbang ke Jakarta," ujarnya.
BJ Habibie meninggal di RSPAD Gatot Subroto, Rabu sore. Kondisi Habibie memang sempat menurun belakangan ini.
Perkembangan kondisi kesehatannya terus dipantau oleh 44 dokter yang tergabung dalam tim dokter kepresidenan.
Putra Habibie, Thareq Kemal Habibie, mengonfirmasi bahwa sang ayah meninggal dunia pukul 18.05 WIB. Dia mengapresiasi tim dokter yang sudah merawat ayahnya.
Thareq mengatakan, sang ayah meninggal dunia dalam umur 83 tahun karena sudah berusia tua sehingga sejumlah organ dalam tubuhnya mengalami degenerasi. Salah satunya adalah jantung. (*)
Baca Juga
• Lahir di Parepare, Ranjang dan Lemari BJ Habibie Masih Tersimpan
• Habibie jadi Presiden Pertama yang Dimakamkan di Taman Makam Pahlawan, Berada di Samping Ainun
• Keluarga Ceritakan Detik-detik Sebelum Habibie Meninggal, Eyang Pergi dengan Tenang
• Pemerintah Australia dan Selandia Baru Beri Ucapan Belasungkawa, Sebut BJ Habibie Pemberani
• Sebelum Meninggal Dunia Ini Riwayat Penyakit yang Diderita BJ Habibie
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/habibie-dan-ainun_2.jpg)