Suami 1,5 Tahun Tak Pulang, Wanita Ini Bawa Pria Lajang ke Rumah, Tepergok dan Akan Dicambuk

Diketahui, Fit telah memiliki suami dan satu anak. Namun, suami Fit warga Kembang Tanjong sudah 1,5 tahun tidak pulang ke rumah.

Editor: Doan Pardede
For Serambinews.com
Anggota WH Pidie berfoto bersama anggota Polsek Glumpang Tiga dan Fit serta Zul di Mapolsek tersebut, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Seorang wanita berinisial Fit (29), ditangkap warga saat berduaan dengan Zul (32), di rumah Fit di Gampong Simpang, Kecamatan Glumpang Tiga, Pidie.

Zul yang masih lajang, tercatat warga Gampong Baro Yaman, Kecamatan Mutiara.

Fit dan Zul kini harus bermalam di Kantor Satpol-PP Pidie.

"Saat ditangkap warga, keduanya berduaan di dalam rumah. Warga memboyong Fit dan Zul ke Polsek Glumpang Tiga. Lalu, kita menjemputnya," kata Kasatpol-PP dan WH Pidie, Iskandar, melalui Penyidik PNS Satpol-PP dan WH, Tgk Razali, kepada Serambinews.com, Kamis (12/9/2019).

Ia menjelaskan, Fit telah memiliki suami dan satu anak.

Namun, suami Fit warga Kembang Tanjong sudah 1,5 tahun tidak pulang ke rumah.

Sementara Zul masih lajang.

Perbuatan Fit dan Zul melanggar qanun khalwat dan ikhtilat.

"Keduanya tetap akan diproses hukum cambuk. Jumlah cambuk yang dikenakan nantinya ditentukan hasil vonis majelis hakim Mahkamah Syariyah Sigli," imbuhnya. 

Suami babak belur saat pergoki istrinya selingkuh

Nasib sial menghampiri Hotcol Peranginangin (28).

Saat memergoki istrinya tengah selingkuh pria tersebut justru babak belur.

Melansir Tribun Medan.com, Hotcol Peranginangin (28), dianiaya oleh istrinya sendiri yang ketahuan sedang selingkuh, Kamis (15/8/2019) kemarin.

Dengan wajah masih menyisakan darah dan diperban, pria asal Sidikalang itu mendatangi Polsek Sunggal untuk membuat laporan.

Pria yang telah mempunyai satu anak ini menceritakan sikap dan tingkah laku istrinya, W Boru Nainggolan (22) berubah beberapa bulan belakangan.

"Kami sudah 6 tahun berumah tangga. Kami pisah ranjang selama empat bulan, karena aku cemburuan," kata Peranginangin.

"Aku cemburu karena ada kecurigaan, kalau dia (istriku) main sama laki-laki lain. Dari bulan November tahun lalu aku udah mulai curiga," jelasnya.

Kecurigaan pria yang sehari-harinya bekerja sebagai sopir angkot itu ternyata benar.

Beberapa bulan belakangan, W Boru Nainggolan kabur dari rumah.

Peranginangin pun mulai mencari keberadaan sang istri hingga ke Medan dengan menggunakan angkot yang sehari-hari digunakannya untuk mencari nafkah.

Korban mencari dan mendatangi kos-kosan sang istri yang berada di Desa Mulyorejo, Deliserdang.

"Sudah saya cari dan tahu gerak-gerik dia. Dapat informasi kalau dia di Medan (red. Deliserdang)," sebutnya.

"Makanya saya kejar ke sini. Sudah dua malam saya di Medan ini. Tidur pun di dalam angkot," sambungnya.

Setelah mengetahui keberadaan sang istri, Peranginangin mengetuk pintu kos-kosan yang diduga tempat istrinya.

Bukannya dibuka, dari balik pintu sang istri mengatakan kalau dirinya sendiri di dalam kamar dan tidak bersama siapapun.

"Pertama pagi saya ketuk pintunya. Dia enggak mau buka. Katanya 'sendiri aku disini. Enggak mau saya selingkuh-selingkuh'," sebut Perangin-angin menirukan perkataan istrinya.

Peranginangin tak langsung percaya begitu saja dengan perkataan istrinya.

Siangnya, sekitar pukul 13.00 WIB, ia kembali ke kos-kosan sang istri.

Kali ini tidak ada lagi ketukan pintu. Peranginangin langsung mendobrak pintu kos-kosan tersebut.

Benar saja, di dalam kamar Peranginangin menemukan wanita yang sudah dinikahinya itu sedang bersama pria selingkuhan, JL.

"Karena saya dengar ada suara laki-laki. Saya dobrak pintu kamar. Benar, rupanya berdua mereka di dalam kamar," tuturnya.

Merasa tak senang aksinya dipergoki, JL dan Perangin-angin sempat berkelahi.

W Boru Nainggolan istri korban bukannya melerai, wanita yang sudah memberi korban seorang anak malah ikut membantu JL selingkuhannya untuk mengeroyok Peranginangin.

Peranginangin kalah tenaga dan mengalami sejumlah luka di bagian wajah dan kepala.

"Kuping saya digigit istriku sampai koyak. Pria selingkuhan istriku itu mukul saya pakai kayu yang ada di dalam kamar itu," bebernya.

Karena merasa kalah, Perangin-angin pun akhirnya memilih mundur dan mendatangi Polsek Sunggal.

Namun, angkot yang digunakannya masih tertinggal di lokasi.

"Enggak berani saya ambil angkot. Takutnya saya dikeroyok lagi. Makanya saya ke kantor polisi, mau buat laporan sekalian ditemani mengambil angkotku," tuturnya.

Masih kata Peranginangin, hal yang paling mengejutkan tentu karena selingkuhan istrinya itu masih warga satu kampungnya.

Kondisi ini membuat hati Peranginangin hancur berkeping-keping dan memilih melanjutkan perkara yang dialaminya ke ranah hukum.

"Saya enggak mau lagi sama dia. Selama ini saya bela-belain pertahankan rumah tangga. Tapi begini balasannya," katanya.

"Rupanya kecurigaan saya selama ini benar. Laki-laki selingkuhan istri itu saya kenal dan masih satu kampung pula," jelasnya.

Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Iptu M Syarif Ginting membenarkan pihaknya telah menerima laporan Hotcol Peranginangin.

"Iya, laporan korban sudah kita terima," kata Syarif, Jumat (16/8/2029).

"Anggota pun sudah cek TKP dan mengamankan angkot milik korban," tutup Syarif. 

Suami Kerja, Wanita Ini Terjaring Razia Sedang Selingkuh di Hotel, oleh Kerabat Suaminya.

UP tak bisa lagi berkilah saat terjaring razia satpol PP, karena yang merazia merupakan kerabat suaminya.

Saat sang suami kerja, UP justru asik selingkuh dengan pria lain.

Diketahui, seorang wanita selingkuh tepergok anggota TNI yang ternyata kerabat suaminya.

Wanita berinisial UP (26) itu terjaring dalam razia Satpol PP di Kota Tangerang.

UP hanya bisa tertunduk lesu saat diamankan petugas Satpol PP Kota Tangerang, pada Kamis (25/7/2019) dini hari.

Nasibnya semakin apes lantaran dalam razia tersebut, sang wanita selingkuh tepergok anggota TNI yang merupakan kerabat suaminya.

Aparat menggelar operasi prostitusi dan menciduk UP yang tertangkap basah berbuat mesum dengan selingkuhannya.

Awalnya, UP sempat mengaku belum menikah.

Ia berkilah, pasangannya yang diketahui berinisial NV merupakan tunangannya.

Kendati demikian, keterangannya tersebut berbanding terbalik dengan status perkawinannya yang tertera di kartu identitasnya.

Apesnya lagi, UP yang diketahui telah bersuami tersebut, dipergoki oleh petugas yang juga kerabat dekat dari suaminya.

“Sampeyan sama siapa, kok ada di sini?" tanya seorang petugas yang mengaku dekat dengan suami sah perempuan berusia 26 tahun itu.

Mengetahui dirinya dipergoki oleh petugas yang merupakan kerabat suaminya, UP semakin panik.

Ia meminta petugas yang mengamankannya untuk tidak memberitahukan kejadian itu kepada sang suami.

Namun, petugas tersebut tidak terima atas perlakuan UP, yang diketahui telah mengkhianati kerabatnya tersebut.

“Edan, suamimu itu capek kerja, tapi kamu malah sama lelaki lain,” ucapnya.

Tak ayal, petugas itu langsung menghubungi BJ, suami sah UP.

BJ diminta menjemput istrinya saat itu juga.

Ketegangan sempat terjadi saat keduanya dipertemukan di Kantor Satpol PP Kota Tangerang.

Bahkan sesekali, suami sah UP mencoba menghadiahkan bogem mentah ke NV.

Namun, aksinya tersebut dapat digagalkan anggota Satpol PP.

Aparat terus menenangkan BJ.

“Kalau nggak lihat bapak petugas sudah saya bunuh kamu,” ucap BJ sambil sesekali menghela napas panjang.

Sementara, Kepala Bidang Trantib Satpol PP Kota Tangerang, Ghufron Falfeli menjelaskan, pihaknya menggelar operasi prostitusi tersebut dibantu oleh unsur TNI dan Polri.

UP terpaksa diamankan lantaran telah berbuat mesum dan melanggar Peraturan Daerah Kota Tangerang.

“Yang bersangkutan kami amankan dari salah satu hotel di Kecamatan Karawaci,” ungkap Ghufron kepada Wartakotalive, Kamis (25/7/2019).

Ghufron menerangkan, dalam operasi tersebut, jajarannya mengamankan UP dan sembilan pasangan mesum lainnya.

“Kebetulan untuk kasus UP ini, dipergoki oleh teman-teman dari jajaran TNI yang kenal dekat dengan suaminya,” tuturnya.

Dirinya menegaskan, kesembilan pasangan yang diamankan tersebut untuk selanjutnya diberikan pembinaan setelah dilakukan pendataan.

“Kami memberikan peringatan keras akan peraturan daerah tentang larangan prostitusi kepada seluruh pasangan yang kami amankan pada dini hari tadi," ujar Ghufron.

Menurutnya, jajarannya akan terus melakukan penyisiran ke sejumlah hotel yang disinyalir menjadi tempat mesum.

Sehingga, hal itu dapat mempersempit ruang gerak dari praktik prostitusi.

“Kami tidak akan lelah menyusuri ke setiap hotel, penginapan, dan tempat kos yang disinyalir menjadi tempat mesum,” imbuhnya.

Meski demikian, ia mengaku serangkaian operasi penyisiran yang dilakukan tidak akan optimal, tanpa ada peran serta dari masyarakat.

Masyarakat diminta turut melaporkan segala bentuk kegiatan yang berpotensi melanggar perda.

“Laporkan kepada kami, Insyaallah secepatnya kami tindak lanjuti,” kata Ghufron.

Selingkuhan minta dinikahi

Mengaku kesal selalu diajak ke hotel, seorang wanita selingkuh meminta agar dirinya dinikahkan dengan selingkuhannya.

Wanita berinisial SS (20) tahun tersebut turut menjadi satu dari sejumlah pasangan selingkuh yang terjaring razia Satpol PP Kota Tangerang pada Kamis (25/7/2019) dini hari.

Wanita tersebut kemudian menyampaikan permintaannya, agar dinikahkan dengan selingkuhannya, kepada petugas Satpol PP.

SS merupakan wanita asal Teluk Naga, Kabupaten Tangerang.

Ia tertangkap saat petugas Satpol PP melakukan razia.

Namun, pria selingkuhannya lolos dari kejaran aparat.

SS lalu meminta petugas agar menikahkan dirinya dengan selingkuhannya.

"Saya tahu Pak rumahnya, paling juga dia di rumah istrinya. Hayuk kita jemput aja ke rumahnya, tapi Bapak nanti nikahkan kami ya," ungkap SS.

Menurut SS, ia dan pasangannya yang berhasil kabur dari sergapan petugas tersebut, telah tiga tahun menjalin hubungan.

Namun, pasangannya selalu menolak saat minta dinikahi.

Menurut SS, pasangannya tidak tega menceraikan istrinya

SS pun mengaku terpaksa mau diajak ke hotel oleh pasangannya.

Hal itu lantaran pria selingkuhannya itu seringkali mengancam akan meninggalkannya jika SS menolak.

"Kalau menolak dia ngancemnya saya mau diputusin. Kalau diputusin, saya yang rugi dong, Pak," imbuh SS.

Oknum PNS Wanita Selingkuh Digerebek

Sebelumnya, seorang oknum PNS wanita digerebek warga ketika berada di dalam rumahnya di Lampung.

Penggerebekan dilakukan karena oknum PNS wanita itu diduga berbuat mesum bersama selingkuhannya.

Aksi penggerebekan terjadi di kompleks Perumahan Tiuh Tohou, Kecamatan Menggala, Kabupaten Tulangbawang, Lampung, pada Selasa (14/5/2019) sekitar pukul 22.00 WIB.

Seorang warga mengatakan, penggerebekan dilakukan lantaran warga sudah lama curiga dengan aktivitas di rumah oknum PNS wanita berinisial DW tersebut.

Menurutnya, warga kerap melihat seorang laki-laki mendatangi rumah DW.

Laki-laki tersebut datang ketika suami DW tak di rumah.

"Laki-laki itu yang sering datang ke rumah DW pada saat suaminya tidak ada di rumah," kata warga yang meminta namanya diinisialkan HB kepada wartawan, Rabu siang.

Pada malam penggerebekan itu, suami DW, RA memang tidak ada di rumah.

Hal itu karena RA sedang pulang kampung di Kabupaten Lampung Selatan.

"Kesempatan ini yang sering dimanfaatkan DW untuk membawa laki-laki ke rumah pribadinya di Perumahan Tiuh Tohou,” papar HB.

Warga yang sudah gerah dengan kelakuan DW akhirnya melakukan penggerebekan di rumah DW pada Selasa (14/5/2019) malam.

Saat digerebek, DW sedang berduaan bersama laki-laki selingkuhannya di dalam rumah.

"Malam itu juga DW bersama pasangan selingkuhnya langsung dibawa warga ke Polsek Menggala,” terang HB.

Kanit Polsek Menggala Bripka Darta yang dihubungi via telepon membenarkan bahwa ada warga yang membawa pasangan selingkuh ke Polsek Menggala.

Setelah itu, suami DW, RA melaporkan istrinya ke polsek.

“Untuk lebih jelasnya, tunggu hasil ekspose dari Humas Polres Tulangbawang,” terang Darta. (*)

Tonton Juga:

Sumber: Tribun Kaltim
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved