Baru 2 Perusahaan Perkebunan di Paser yang Ingin Bermitra Dengan Petani Swadaya

Seperti diantaranya percepatan kemitraan antara petani swadaya dengan perusahaan dan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit.

Baru 2 Perusahaan Perkebunan di Paser yang Ingin Bermitra Dengan Petani Swadaya
TribunKaltim.co/Sarassani
Workshop Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan Dalam Upaya Pembangunan Ekonomi Hijau yang digelar Yayasan Solidaridad Network Indonesia di Kyriad Sadurengas Hotel, Kamis (12/9/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO – Asisten Bidang Ekonomi Setda Paser Hj Ina Rosana mewakili Bupati Paser membuka Workshop Perkebunan Kelapa Sawit Berkelanjutan di Kyriad Sadurengas Hotel, Kamis (12/9/2019).

Worskhop digelar oleh Yayasan Solidaridad Network Indonesia.

“Pemerintah daerah sangat mendukung workshop ini dalam rangka menambah wawasan dan pengetahuan untuk perbaikan kedepan terhadap pelaku usaha dan petani kita. Workshop ini tindak lanjut MoU Pak Bupati dengan Solidaridad bulan Juli lalu,” kata Ina Rosana.

Seperti yang disampaikan Project Coordinators Kaltim Solidaridad Eric Panca Setiawan tadi, lanjut Ina, 75 persen PDRB Kabupaten Paser disumbangkan sektor tambang, pertanian dalam arti luas hanya sekitar 11 persen. Ketika harga batubara anjlok, dampaknya sangat terasa.

“Padahal kebun kita (Paser) terluas ketiga setelah Kutim dan Kukar. Semoga kerjasama ini bisa membantu proses perkebunan yang berkelanjutan di Paser,” ucapnya di acara yang dihadiri Kabid Perkebunan Berkelanjutan Disbun Kaltim Henny Herdiyanto dan Kepala Distan Paser H Karoding.

Seperti diantaranya percepatan kemitraan antara petani swadaya dengan perusahaan dan penguatan kelembagaan petani kelapa sawit.

“Kemitran belum tuntas, baru 2 perusahaan yang akan menandatangani kemitraan dengan petani swadaya, semoga kerjasama ini bisa mempercepat kemitraan petani swadaya dengan perusahaan,” sambungnya.

Harapan serupa disampaikan Kepala Distan Paser H Karoding. Menurutnya, tahun ini 4.350 dari 13.000 hektar kebun sawit swadaya direplanting (diremajakan).

Melalui Solidaridad, Karoding berharap luas kebun swadaya bisa terdata dengan akurat.

“Yang terdata baru kebun inti perusahaan dan kebun plasma, kebun swadaya yang dibangun secara mandiri oleh petani belum terdata secara akurat. Semoga Solidaridad bisa mendampingi petani dalam pendataan hingga memfasilitasi bibit yang berkualitas,” kata Karoding.

Sebelumnya, Project Coordinators Kaltim Solidaridad Eric Panca Setiawan mengatakan Solidaridad mencoba memfasilitasi Pemkab Paser dan stakeholder dalam mewujudkan ekonomi hijau yang berkelanjutan.

“Kerjasama ini dituangkan dalam rencana kerja seperti peningkatan kapasitas SDM petani, penguatan kelembagaan petani dan lainnya,” kata Erik menambahkan.

Penulis: Sarassani
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved