Ibu Kota Baru

Efek Penetapan Ibu Kota Baru RI di Kaltim, Camat Ini Sering Dikirimi Foto Dirinya Buat Lucu-lucuan

Ia mengaku sering menerima tangkapan layar atau screen capture gambar dirinya dalam tayangan berita di televisi.

Efek Penetapan Ibu Kota Baru RI di Kaltim, Camat Ini Sering Dikirimi Foto Dirinya Buat Lucu-lucuan
TribunKaltim.Co/Rahmad Taufik
Plt Camat Samboja Ahmad Nurkhalis (kanan) kerap diminta warga dan keluarganya untuk foto bareng seiring sosoknya yang sering muncul di tayangan berita televisi, Jumat (13/9/2019). 

Ia mengaku sering menerima tangkapan layar atau screen capture gambar dirinya dalam tayangan berita di televisi yang dikirim keluarga ke grup WhatsApp.

"Ada beberapa keluarga yang kadang-kadang bergurau kemudian mereka memfoto apa yang ada di televisi kebetulan kami sendiri tidak punya waktu banyak menonton televisi, lalu dikirim di grup WA keluarga, ya buat lucu-lucuan sajalah," tuturnya.

Satu hal menarik, katanya, keluarga jauh di Samarinda ketika bertemu dengannya tidak sengaja minta foto bareng.

"Ini bagian hal yang positif walaupun remeh-temeh atau sepele, tapi lumayanlah buat menghibur dan mengurangi rasa stres kita terkait ibu kota baru," ucap Khalis, lalu tersenyum.

Disinggung respons warga Samboja pasca ditetapkannya wilayah itu sebagai lokasi ibu kota negara baru, ia mengatakan sejauh ini warganya menyambut gembira.

Tapi ia tetap berharap hal yang baik nanti akan datang terkait wilayah Samboja menjadi bagian dari ibu kota negara.

Ia mengingatkan warganya untuk mawas diri dan meningkatkan kapasitas SDM supaya mereka bisa bersaing dan punya nilai jual dari serbuan masyarakat luar yang tentu akan mendominasi wilayah ibu kota baru. "Jangan sampai kita jadi anak tiri di ibu kota kita sendiri," ucapnya.

Rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur (Kaltim) yakni sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara tampaknya semakin serius digarap pemerintah pusat.

Pantauan Tribun di lapangan, Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) mulai menerjunkan tim verifikasi data dan survei kepemilikan lahan warga di Kecamatan Sepaku, PPU yang diduga kuat sebagai lokasi pusat pemerintahan (Ibu Kota Negara).

Tim survei ditempatkan di tiga desa dan kelurahan, Kecamatan Sepaku, yakni Desa Bukit Raya, Desa Bumi Harapan dan Kelurahan Pemaluan.

Halaman
1234
Penulis: Rahmad Taufik
Editor: Budi Susilo
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved