Breaking News:

Nawawi Pomolango, Pimpinan KPK yang Setuju Penyadapan Diperketat, Belajar dari Kasus Ahmad Fathanah

Sebelum terpilih menjadi Pimpinan KPK baru, Nawawi Pomolango saat ini merupakan hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali.

Editor: Doan Pardede
(ANTARA FOTO/ADITYA PRADANA PUTRA)
Calon pimpinan KPK Nawawi Pomolango menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR RI, Jakarta, Rabu (11/9/2019). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/hp. 

TRIBUNKALTIM.CO - Nawawi Pomolango menjadi satu dari 5 nama yang diputuskan Komisi III DPR RI menjadi Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang baru periode 2019-2023.

Selain Nawawi Pomolango, Nurul Ghufron, Firli Bahuri dan Alexander Marwata, dan Lili Pintauli Siregar, dengan Firli Bahuri sebagai ketua.

Dalam voting di Komisi III DPR RI, Jumat (13/9/2019) dini hari, Nawawi Pomolango meraih suara 50 untuk jadi ketua KPK.

Nawawi Pomolango saat ini merupakan hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali.

Termasuk Nawawi Pomolango, Berikut lima pimpinan KPK terpilih sesuai dengan yang dibacakan oleh Ketua Komisi III DPR RI Azis Syamsuddin:

1. Nawawi Pomolango (hakim di Pengadilan Tinggi Denpasar, Bali) dengan jumlah suara 50,

2. Lili Pintauli Siregar (Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) periode 2013-2018) dengan jumlah suara 44,

3. Nurul Ghufron (Dekan Fakultas Hukum Universitas Jember) dengan jumlah suara 51,

4. Alexander Marwata (komisioner KPK petahana sekaligus mantan Hakim Tindak Pidana Korupsi) dengan jumlah suara 53,

5. Irjen (Pol) Firli Bahuri (Kepala Polda Sumatera Selatan) dengan jumlah suara 56.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved