Ungkap Kasus Perambah Hutan Lindung di Bontang, KPHP Santan Amankan Excavator

Kawasan hutan lindung kembali dijamah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab. Kali ini kawasan hutan lindung Bontang dirusak oleh oknum masyarakat

Ungkap Kasus Perambah Hutan Lindung di Bontang, KPHP Santan Amankan Excavator
HO / KPHP Santan
Excavator diamankan UPTD KPHP Santan, Dishut Kaltim akibat digunakan untuk membuka lahan di kawasan hutan lindung Bontang, Kamis (12/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO - Kawasan hutan lindung kembali dijamah oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Kali ini kawasan hutan lindung Bontang dirusak oleh oknum masyarakat yang ingin membuka lahan guna kepentingan pribadi.

Pengungkapan tersebut dilakukan oleh UPTD Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Dinas Kehutanan (Dishut) Provinsi Kaltim pada Rabu (11/9/2019) kemarin di wilayah pengelolaan UPTD KPHP Santan, Kelurahan Bontang Lestari, Kecamatan Bontang Selatan.

Kasus tersebut terungkap setelah pihaknya mendapatkan informasi mengenai adanya pembukaan lahan di hutan lindung untuk dijadikan perkebunan.

Setelah dilakukan pemantauan, serta pemeriksaan, diketahui terdapat satu unit excavator di lokasi yang dimaksud.

Excavator itu sendiri digunakan untuk membuat jalan, sebagai akses menuju lahan yang akan dijadikan sebagai perkebunan.

Lokasi pengungkapan tersebut dilakukan hanya berkisar 200 meter dari pinggir jalan utama.

"Tim yang berada di lokasi langsung menghentikan aktivitas pembukaan lahan untuk pembuatan jalan. Operator serta excavatornya kita amankan, kita bawa ke Samarinda," ucap Kepala KPHP Santan, Azhar Rudiyanto, Kamis (12/9/2019).

Lanjut dirinya menjelaskan, aktivitas pembukaan lahan ilegal itu dilakukan kurang dari sepekan. Dari pengakuan operator excavator, dirinya hanya dipekerjakan oleh sepasang suami istri yang mengaku memiliki lahan di kawasan hutan lindung Bontang.

Operator excavator bernama Hendra itu dipekerjakan selama sepekan dengan bayaran per jamnya Rp 200 ribu.

Halaman
12
Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved