Wali Kota Bontang, Neni Mornaeni Turun Langsung Pungut Sampah di Pelabuhan Tanjung Laut

Aksi bersih-bersih laut dalam rangka Hari Perhubungan Nasional di Kota Bontang diikuti ratusan peserta dari bernagai kelompok dan instansi

Wali Kota Bontang, Neni Mornaeni Turun Langsung Pungut Sampah di Pelabuhan Tanjung Laut
Ho/humas Pemkot Bontang
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut serta dalam aksi bersih-bersih di Pelabuhan Tanjung Laut. Orang nomor satu di Bontang ini bahkan turun langsung pungut sampah plastik dari air/Ho humas 

TRIBUNKALTIM.CO - Aksi bersih-bersih laut dalam rangka Hari Perhubungan Nasional di Kota Bontang diikuti ratusan peserta dari bernagai kelompok dan instansi, Kamis (12/9/2019).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melalui KSOP Bontang dihelat di Pelabuhan Tanjung Laut, Kecamatan Bontang Selatan.

Dari aksi bersih-bersih, sebanyak 5 ton sampah plastik diambil dari laut.

Pihak pelaksana menggelar bersih-bersih di tiga lokasi berbeda melibatkan ratusan peserta mulai dari KSOP Bontang, penggiat lingkungan serta pengupelayaran di Kota Bontang.

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni turut serta memungut sampah plastik di laut. Mengenakan keranjang dengan tangkai, Neni terlihat memungut sampah di permukaan air.

Tak jarang, ia mengoyak dasar laut dangkal untuk mengambil sampah tertimbun di dalam dasar laut.

Di dalam sambutannya, Neni mengatakan pencemaran sampah plastik yang dihasilkan Indonesia merupakan yang paling tinggi jumlahnya.

Limbah plastik yang sulit untuk terurai di laut bakal berubah menjadi mikro plastik, secara tak sadar dikonsumsi oleh ikan.

“Dampaknya bakal kembali ke manusia, karena konsumsi ikan dari laut yang telah tercemar mikro plastik dari sisa-sisa sampah kita,” ujar Neni.

Pemkot Bontang berupaya agar penggunaan plastik bisa diminimalisir. Larangan berbelanja menggunakan kantong plastik di ritel-ritel sudah berlaku.

Beberapa kegiatan pemerintah pun tak lagi menyajikan minuman mineral berbahan plastik. Langkah ini harus mendapat dukungan dari semua pihak, masyarakat pun harus ambil bagian.

“Harus ada komitmen bersama agar mengurangi bahan plastik dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari hal-hal kecil. Misalnya, menggunakan tas belanja berbahan ramah lingkungan,” ungkap Neni.

Sementara itu, Ketua Panitia aksi bersih-bersih, Agus Harijanto mengatakan kegiatan ini digelar serentak dengan 220 Pelabuhan se-Indonesia.

Aksi bersih-bersih laut ini merupakan intruksi dari Kemenhub seiring Indonesia menjadi penghasil terbesar sampah plastik sedunia. “Semoga dari kegiatan ini, kita senantiasa tersadarkan bahwa kebersihan laut sangat penting," tegas Agus Harijanto,” pungkasnya.

(*)

Penulis: Ichwal Setiawan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved