Bantahan Firli Bahuri Tentang Tudingan Langgar Kode Etik hingga Rekam Jejak Pemberantasan Korupsi

Ketua KPK terpilih, Firli Bahuri membantah tudingan langgar kode etik kala menjabat Deputi Penindakan KPK, hingga rekam jejak Pemberantasan Korupsi

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Firli Bahuri saat menjalani uji kepatutan dan kelayakan di ruang rapat Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (12/9/2019). Uji kelayakan dan kepatutan Capim KPK akan berlangsung selama dua hari yaitu pada 11-12 September 2019. 

TRIBUNKALTIM.CO - Polemik terkait Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) terus memanas terlebih setelah nama Irjen Firli Bahuri ditetapkan sebagai Ketua KPK terpilih.

Salah satu isu seputar KPK yang membuat panas adalah pemilihan dan penetapan Ketua KPK baru, periode 2019 -2023.

Pasalnya nama Firli Bahuri yang sejak awal menjadi sorotan dan dikhawatirkan jika bisa tembus proses seleksi justru jadi Ketua KPK.

Nama Irjen Firli Bahuri jadi sorotan karena sejak awal dinilai akan 'dipaksakan' lolos seleksi proses pemilihan pimpinan KPK karena memiliki 'catatatan buruk' di KPK.

Ketua terpilih Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) Irjen Firli Bahuri disebut melakukan pelanggaran etik berat berkaitan dengan tugasnya saat menjadi Deputi Penindakan KPK.

Setidaknya, ada tiga peristiwa yang dicatat KPK terkait pelanggaran itu.

Pertama, pertemuan Firli Bahuri dengan mantan Gubernur Nusa Tenggara Barat Tuang Guru Bajang (TGB) di NTB pada 12 dan 13 Mei 2018.

Kemudian, KPK mencatat Firli Bahuri pernah menjemput langsung seorang saksi yang hendak diperiksa di lobi KPK pada 8 Agustus 2018.

Setelah itu, KPK mencatat Firli Bahuri pernah bertemu dengan petinggi partai politik di sebuah hotel di Jakarta pada 1 November 2018.

Terkait pelanggaran-pelanggaran tersebut, Firli Bahuri pun angkat bicara.

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved