Meski Selalui Raih Nilai A, Ilham Habibie Pernah Gelisah Lalui Masa Praremaja, Merasa Seperti Badut

Meski berprestasi dan meraih nilai "A" di semua pelajaran, ternyata ada hal lain yang mengusik Ilham Akbar Habibie.

Meski Selalui Raih Nilai A, Ilham Habibie Pernah Gelisah Lalui Masa Praremaja, Merasa Seperti Badut
Harian Warta Kota/henry lopulalan
Komisioner Pollux Internasional Dr.Ing. Ilham Akbar Habibie menerangkan superblox Meiserstadt, Batam yang dibangun dengan Kemudahan fasilitas Pembangunan Apertemen (KPA) dengan 7 Bank Nasional di Kasablanka, Setiabudi, Jakarta Selatan, Jumat (22/1/2015). Proyek superblok di lahan 9 hektar untuk 8 tower apertemen di Batam Center dengan fasilitas rumah sakit, apertemen, mall, hotel, ruko, dan perkantoran. (Warta Kota/Henry Lopulalan) 

TRIBUNKALTIM.CO - Ilham Akbar Habibie, putra sulung Presiden ketiga RI ternyata punya pengalaman menarik seputar pendidikan.

Meski berprestasi dan meraih nilai "A" di semua pelajaran, ternyata ada hal lain yang mengusik Ilham Akbar Habibie

Bahkan, hal itu membuatnya merasa seperti 'badut'

Kecerdasan intelektual yang dimiliki oleh Habibie (memiliki IQ 200) ternyata juga menurun pada anak-anaknya, termasuk Ilham Akbar Habibie.

Bahkan, saking cerdasnya, Ilham sempat merasa bosan dengan sekolah di mana dirinya meraih nilai A di semua mata pelajaran.

Kisahnya tertuang alam Buku Ibu di Mata Mereka, terbitan Intisari, yang ditulis oleh Yatie Asfan Lubis.

Tindak tanduknya dalam mendidik diriku, membuatku cenderung menganggapnya sebagai "pembina".

Ibu mengajarkan seni berdisiplin, pengenalan agama, kemandirian yang luar biasa.

Sementara perihal pemikiran makro prinsip hidup, ideologi, nasionalisme, aku dapatkan dari Ayah.

Kegemaranku main piano sejak usia sembilan tahun juga kudapat dari Ibu.

Halaman
123
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved