Gara-gara Udara di Kota Pontianak Tak Sehat, Sekolah Diliburkan Sampai 17 September

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak memperpanjang libur siswa PAUD, TK, SD, SMP, negeri dan swasta di seluruh Kota Pontianak

Gara-gara Udara di Kota Pontianak Tak Sehat, Sekolah Diliburkan Sampai 17 September
TRIBUN KALTIM/MUHAMMAD ARFAN
Ilustrasi-Pelajar sekolah memakai masker demi mencegah sesak napas gara-gara kabut asap 

TRIBUNKALTIM.CO-Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak memperpanjang libur siswa PAUD, TK, SD, SMP, negeri dan swasta di seluruh Kota Pontianak hingga Selasa (17/9/2019).

Hal ini dilakukan karena berdasarkan situs pemantau udara Air Visual, kualitas udara Pontianak, Minggu (15/9/2019), menunjukkan kondisi sangat tidak sehat.

Penyebabnya karena kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Pontianak, Kalimantan Barat, semakin pekat.

"Perpanjang libur ini menindak lanjuti instruksi Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono, terkat efektivitas belajar mengajar di sekolah," kata Plt Kepala Disdikbud Pontianak, Syahdan Lazis, Minggu sore.

Sebelumnya, Wali Kota Edi Rusdi mengeluarkan surat edaran, yang meminta seluruh sekolah meliburkan sekolahnya pada Kamis sampai Sabtu (11-14/9/2019).

"Kondisi kabut asap pada saat ini semakin pekat, maka libur proses belajar mengajar diperpanjang lagi sampai Selasa. Masuk kembali hari Rabu (18/9/2019)," ujarnya.

Syahdan meminta kepala sekolah menyebarkan informasi perpanjangan libur tersebut kepada para wali siswa.

Sebagaimana surat edaran libur sebelumnya, tenaga pendidik dan tenaga kependidikan tetap bekerja sesuai aturan.

Kepala sekolah diminta melapor ke Disdikbud Pontianak apabila ada PNS dan non PNS yang tidak masuk kerja tanpa sebab jelas.

"Kepada orangtua diingatkan menjaga anaknya untuk tetap di dalam rumah," tutupnya. (*)

Tonton juga:

Editor: Samir Paturusi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved