Berita Samarinda Terkini

Kabut Asap Kian Tebal, Jurnalis, Relawan & Kepolisian di Samarinda Bagikan Masker ke Pengguna Jalan

Kabut Asap di Samarinda semakin Tebal, Jurnalis, Relawan & Kepolisian di Samarinda Bagikan Masker ke Pengguna Jalan

Kabut Asap Kian Tebal, Jurnalis, Relawan & Kepolisian di Samarinda Bagikan Masker ke Pengguna Jalan
Tribunkaltim.co/ Christoper Desmawangga
BAGI MASKER - Wartawan, FKPM Kelurahan Pelita dan Kepolisian melaksanakan aksi sosial berupa pembagian masker ke pengguna jalan di persimpangan Gerilya dan persimpangan Cendrawasih, Minggu (15/9/2019). 

"Ia, ini terkait dengan kabut asap. Sebagian warga masih banyak yang tidak masker, padahal asap ini bisa berbahaya untuk kesehatan, mulai dari Ispa, asma dan penyakit lainnya," tambahnya.

Bahkan, akibat asap yang memenuhi nyaris seluruh wilayah Samarinda, membuat arus lalu lintas penerbangan terganggu. Bahkan, sejumlah penerbangan terpaksa dibatalkan.

Benar saja, asap di Samarinda semakin tebal. Dari data BMKG Samarinda pada Sabtu (14/9) kemarin, jarak pandang hanya berkisar 1 Km, dengan rincian pukul 12.00 Wita tadi visibility hanya berjarak 800 Meter, dan terus menurun hingga berjarak 500 Meter, sedangkan pada pukul 16.30 Wita mengalami peningkatan menjadi 1 Km.

BERASAP - Beberapa transportasi air melintasi asap yang menyelimuti Sungai Mahakam Samarinda, Minggu (15/9/2019). Sejak tiga hari lalu asap pekat menyelimuti Kota Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur akibat kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Kaltim
BERASAP - Beberapa transportasi air melintasi asap yang menyelimuti Sungai Mahakam Samarinda, Minggu (15/9/2019). Sejak tiga hari lalu asap pekat menyelimuti Kota Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur akibat kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Kaltim (Tribunkaltim.co/ Fachmi Rachman)

"Pantauan terhadap perubahan jarak pandang kita pantau terus dengan jarak waktu per 30 menit, dan hari ini kondisi jarak pandang sangat rendah dibandingkan hari sebelumnya.

Sedangkan jarak pandang minimum untuk penerbangan 5 Km," ucap Forecaster BMKG Samarinda, Ana Kaniaya Annisa.

Sedangkan asal muasal asap yang ada di Samarinda dan sekitarnya. Ana mengungkapkan asal asap merupakan kiriman dari Kalimantan Selatan (Kalsel) dan Kalimantan Tengah (Kalteng).

KABUT ASAP - Pemandangan pagi Kota Samarinda yang tertutup kabut asap, Minggu (15/9/2019). Sejak tiga hari lalu asap pekat menyelimuti Kota Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur akibat kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Kaltim
KABUT ASAP - Pemandangan pagi Kota Samarinda yang tertutup kabut asap, Minggu (15/9/2019). Sejak tiga hari lalu asap pekat menyelimuti Kota Samarinda dan wilayah Kalimantan Timur akibat kebakaran lahan yang terjadi di sejumlah daerah di Kaltim (Tribunkaltim.co/ Fachmi Rachman)

Asap akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) didua provinsi tersebut terbawa angin ke arah barat laut hingga timur laut, yang mengakibatkan asap terbawa sampai ke wilayah Kaltim.

"Terpantau di citra radar kami, ini merupakan asal kiriman dari Kalsel dan Kalteng," tutup Ana.

(*)

Penulis: Christoper Desmawangga
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved