Ketua IKA-TI Unmul Ungkap Alasan Pengusaha Lokal Sulit Bersaing di Nasional, 1 Soal Akses Informasi

Ppengusaha lokal dinilai masih kesulitan untuk mengakses informasi. Akibatnya, sulit bersaing dengan pengusaha nasional

Ketua IKA-TI Unmul Ungkap Alasan Pengusaha Lokal Sulit Bersaing di Nasional, 1 Soal Akses Informasi
TRIBUNKALTIM.CO/M Purnomo Susanto
Ketua IKA-TI Unmul, Abdurrasyid Rahman memberikan topi khas Dayak kepada Kepala BPPI, Ngakan Timur Antara. 

TRIBUNKALTIM.CO, SAMARINDA - Pengusaha lokal termasuk pengusaha asal Samarinda masih kesulitan untuk mengakses informasi. 

Akibatnya, pengusaha Samarinda sulit bersaing dengan pengusaha nasional.

Hal ini diungkapkan oleh Ketua Ikatan Alumni Teknik Industri (IKA-TI) Universitas Mulawarman (Unmul), Abdurrasyid Rahman.

"Sulitnya akses informasi bagi pengusaha lokal, membuat sulitnya bersaing di level nasional. Sehingga, saya meminta agar pemerintah daerah dapat memperjuangkan hal tersebut," ujarnya saat didapuk sebagai pemateri di Seminar Nasional bertajuk Creativepreneur Milenial dan Industrial Kreatif Perekonomian Masa Depan Indonesia, pada Minggu (15/9/2019), siang, di Gedung Kampus Fakultas Tekhnik Unmul.

"Meski demikian, saya meminta kepada mahasiswa untuk tidak takut saat terjun ke dunia usaha. Kelemahan mahasiswa atau calon pengusaha saat ini, adalah takut sebelum benar-benar masuk ke dalam dunia usaha. Dengan seperti itu, maka pihak lain di luar sana akan mengambil kesempatan itu," lanjutnya.

Pria yang didaulat sebagai pakar ekonomi politik ini juga mengungkapkan, persoalan kegagalan merupakan konsekuensi pasti dari semua jenis usaha.

Untuk itu, ia menegaskan, agar calon pengusaha lokal dapat membuang jauh-jauh ketakutan akan kegagalan.

Peningkatan kapasitas, dibeberkan olehnya, menjadi modal utama untuk berusaha.

“Cuma mau untung, tapi takut rugi. Padahal keduanya hal yang harus bisa diterima. Cuma kita harus mampu belajar dari pengalaman sehingga ruginya tidak berulang. Oleh karenanya, kita harus terus tingkatkan kemampuan dan kapasitas kita sebagai pengusaha. Belajar, belajar, belajar dan berusaha. Itu yang harus dilakukan,” ungkapnya.

Kelemahan mahasiswa saat ini, kata dia lagi, adalah lemahnya literasi.

Halaman
12
Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved