10 Cabor Bakal Dicoret Dalam PON Papua, Ini Kata Ketua KONI Kaltim

Sebanyak 10 cabang olahraga diwacanakan akan dicoret dalam even Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada 2020 mendatang

10 Cabor Bakal Dicoret Dalam PON Papua, Ini Kata Ketua KONI Kaltim
(tribunkaltim.co/Abdur Rachim)
Ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya yang ditemui diruang kantornya, Jumat (25/1/2019) 

TRIBUNKALTIM.CO - Sebanyak 10 cabang olahraga diwacanakan akan dicoret dalam even Pekan Olahraga Nasional (PON) di Papua pada 2020 mendatang.

Isu ini sendiri sudah berhembus sejak pertengahan Agustus lalu usai rapat bersama yang dilaksanakan Presiden Indonesia, PB PON, dan Kemenpora.

Namun mengenai pencoretan 10 cabor ini sendiri belum jelas, dari yang total 47 cabor menjadi 37 cabor. Mengenai hal tersebut, ketua KONI Kaltim, Zuhdi Yahya, Senin (16/9/2019) menanggapi dengan cukup serius.

Pasalnya beberapa cabor yang akan dicoret adalah cabor andalan Kaltim.

"Itu masih belum final, seperti cabor catur, tenis meja. Saya masih tetap berjuang, dan kebetulan sebagai ketua KONI Kaltim, yang juga anggota Komisi X DPR RI yang membidangi olahraga, banyak memberikan masukan ke Kemenpora. Kalau saya lihat masih peninjauan ulang, karena sebagian besar cabor yg dicoret ini andalan Kaltim juga," ungkapnya.

Ya, Zuhdi pun berharap hal tersebut patut ditinjau kembali. Bahkan tambahnya, dari 10 cabor yang akan dicoret beberapa diantaranya dirasa tidak memerlukan venue bertanding khusus, dan hal ini dirasa malah semakin memudahlan pelaksanaan cabor yang bersangkutan dari pada harus dicoret.

"Masih berharap dan masih ada peninjauan ulang. Sebenarnya 10 cabor ini tidak memerlukan venue khusus. Tidak masalah itu sebagai pertimbangan, kami juga dukung," serunya.

Meski belum ada kepastian, Zuhdi pun berharap seluruh atlet Kaltim tetap bersiap diri untuk tampil dalam PON Papua. Jangan sampai isu pencoretan tersebut malah mempengaruhi para atlet dan semakin menurunkan performa atletnya.

"Apapun yang terjadi saya minta semua atlet tetap mempersiapkan diri dengan baik, jangan sampai isu yang berkembang ini mempengaruhi, dan atlet kita jadi tidak semangat. Kita tetap berjuang sebelum ada Surat Keputusan," jelasnya.

Penulis: Imaduddin Abdur Rachim
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved