Darurat Kabut Asap
Bulan September Kebakaran Hutan dan Lahan Paling Tinggi di Balikpapan
Kasus kebakaran hutan di kota Balikpapan mencapai angka tertinggi pada bulan September.
Penulis: Jino Prayudi Kartono | Editor: Januar Alamijaya
TRIBUN KALTIM.CO - Kasus kebakaran hutan di kota Balikpapan mencapai angka tertinggi pada bulan September.
Ini tercatat dari data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) kota Balikpapan pada hari Senin (16/9/2019).
Kepala BPBD kota Balikpapan Suseno mencatat total sekitar 93 kasus kebakaran hutan dan lahan yang terjadi mulai bulan Januari hingga September.
Dari semua bulan tersebut, bulan September tercatat saat ini paling tinggi.
Pada bulan September saja tercatat sekitar 37 kejadian kebakaran hutan dan lahan pada hari Senin ini.
Kemudian disusul pada bulan Agustus 30 kasus, Juli delapan kasus, Maret sembilan kasus, Februari empat kasus, Januari tiga kasus, dan Mei maupun Juni sebanyak satu kasus.
Dari total kasus tersebut tercatat sudah menghanguskan lahan dengan total sekitar 46,457 hektar hingga Senin ini. Menurutnya dari kejadian tersebut kecamatan Balikpapan, Utara dan Timur menjadi lokasi yang sering menjadi titik api.
Hingga berita ini diturunkan Suseno tidak menjelaskan secara detil berapa kasus dari ketiga kecamatan tersebut. "Sebentar ya masih rapat di pemkot," ucap Suseno Senin Sore.
Dengan meningkatnya titik api yang ada di Balikpapan turut serta membantu meningkatkan jumlah kabut asap yang masuk ke area kota Balikpapan.
Bahkan beberapa warga sudah mengenakan masker ketika pergi keluar rumah. Bahkan para murid sekolah pun mulai mengenakan masker saat pergi ke sekolah.
Kebakaran Hutan di Sepinggan
Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terjadi di Jl. Prona 3 RT. 53, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan pada Senin pagi (16/9/2019) sempat membuat panik warga sekitar.
Pasalnya para petugas pemadam dari BPBD kota Balikpapan dibantu unsur relawan dan TNI Polri sempat kewalahan saat melakukan upaya pemadaman.
Hal itu dikarenakan angin yang bertiup begitu kencang dari arah yang tidak menentu membuat kobaran api cepat membesar dan melahap semak beluka.
Menurut keterangan saksi mata dari warga sekitar, api yang membakar lahan di JL. Prona 3 tersebut bermula dari kawasan kuburan Muslim.
Kemudian api dengan cepat merambat hingga di beberapa titik mendekati permukiman warga.
Kejadian itu diketahui warga oleh warga sekitar pada pukul 08:00 Wita, lantaran panik melihat kebakaran itu, warga sekitar langsung berinisiatif menghubungi pihak pihak petugas BPBD.
" Awalnya banyak asap begitu dicek ternyata ada kebakaran lahan di sekitar pemakaman Muslim itu, kita panik dan langsung hubungi petugas," kata Herman warga sekitar
Petugas BPBD kota Balikpapan yang tiba di lokasi kebakaran langsung berupaya memadamkan api dengan mengerahkan dua unit armada tangki pemadam serta satu unit fire rescue.
Sempat berhasil di taklukan selama beberapa menit, namun lantaran angin yang bertiup kencang membuat api kembali berkobar dan merambat di beberapa titik lainnya.
Sehingga membuat petugas BPBD serta TNI Polri yang ikut membantu proses pemadam kewalahan menarik selang pemadam dari mobil pemadam sambil kejar-kejaran dengan laju angin yang betiup.
" Sempat kewalahan juga, soalnya kan proses pemadaman lama karena angin kencang juga, ditambah lagi akses yang sulit dijangkau pemadam," kata Hendro petugas BPBD kota Balikpapan
Api kemudian baru berhasil dipadamkan setelah kurang lebih 6 jam lamanya mengamuk dan membakar lahan di kawasan RT 35 Jl Prona 3, Kelurahan Sepinggan, Kecamatan Balikpapan Selatan.
Terpisah dari kepala BPBD kota Balikpapan, Suseno mengatakan sebagain besar wilayah Kalimantan Timur termasuk kota Balikpapan sedang dilanda musim kemarau dan belum dapat diprediksi kapan berakhir.
Namun hampir 2 bulan terakhir ini, kota Balikpapan belum terjadi turun hujan secara merata.
" Secara garis besar Kaltim dan Balikpapan ini memasuki musim kemarau, dan juga belum ada hujan, sehingga sangat rawan dengan potensi terjadinya kebakaran," katanya
Lebih lanjut kepala BPBD kota Balikpapan ini juga memberikan himbauan kepada seluruh masyarakat agar tidak membakar sampah dan membuang puntung rokok disembarang tempat.
" Saya juga mengimbau seluruh masyarakat kota Balikpapan agar tidak sembarangan membakar sampah dan membuang puntung rokok," katanya.
"tetap waspada bahaya kebakaran, hindari hal-hal yang bisa memicu kebakaran kalau keluar rumah dipastikan lagi kompor sudah dimatikan dan kabel-kabel listrik diamankan," ungkapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltim/foto/bank/originals/kebakaran-lahan-di-jl-prona-3-kelurahan-sepinggan-kecamatan-balikpapan-selatan.jpg)