Dikukuhkan jadi Kepala BI Kaltim yang Baru, Tutuk SH Cahyono Dapat Pesan dari Deputi Gubernur BI

pelaksanaan pengukuhan, Tutuk baru dilaksanakan, pada Senin (16/9/2019), pukul 10.00 WITA, di Ruangan Maratua, Kantor Perwakilan BI Kaltim

Dikukuhkan jadi Kepala BI Kaltim yang Baru, Tutuk SH Cahyono Dapat Pesan dari Deputi Gubernur BI
TribunKaltim.co/M Purnomo Susanto
Deputi Gubernur BI, Sugeng melakukan pengukuhan kepada Kepala Perwakilan BI Kaltim, Tutuk SH Cahyono, pada Senin (16/9/2019), pukul 10.00 WITA, di Ruangan Maratua, Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda. 

TRIBUNKALTIM.CO - Melalui Keputusan Gubernur Bank Indonesia (BI) Nomor : 21/43/KEP.GBI/INTERN/2019 Kepala Perwakilan BI Kaltim, Muhammad Nur tidak lagi menjabat, dan digantikan oleh Tutuk SH Cahyono.

Meskipun surat tersebut dikeluarkan 9 Juli lalu, pelaksanaan pengukuhan, Tutuk baru dilaksanakan, pada Senin (16/9/2019), pukul 10.00 WITA, di Ruangan Maratua, Kantor Perwakilan BI Kaltim, Jalan Gajah Mada Samarinda. Pengukuhan dilaksanakan oleh Deputi Gubernur BI, Sugeng.

Setelah digantikan oleh Tutuk, Muhammad Nur menjabat sebagai Kepala Grup Relasi Lembaga Publik dan Pengelolaan Program Sosial di Departemen Komunikasi BI. Sedangkan Tutuk, meninggalkan jabatan lamanya sebagai Kepala Grup Statistik Eksternal di Departemen Statistik BI.

Turut hadir pada pengukuhan Gubernur Kaltim, Isran Noor didampingi Wakil Gubernur Kaltim, Hadi Mulyadi. Turut juga mengisi kursi tamu VVIP, Kepala Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kaltim.

“Paling utama, saya menitipkan kepada kepala perwakilan yang baru, yakni membina Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM). Meskipun, sumber daya alam (SDA) seperti batubara dan CPO sebagai pemasukan terbesar. Tapi, UMKM merupakan hilirisasi dari semua itu menjadi nilai tambah bagi masyarakat Kaltim pada umumnya,” ujar sugeng.

Penting pula disampaikan Sugeng, kepala perwakilan baru bisa menjaga kerjasama seperti yang telah dilakukan oleh pejabat sebelumnya. Tentunya, dibeberkan olehnya, itu semua demi meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan masyarakat Kaltim.

“Bisik-bisik dengan Pak Gubernur, apa yang telah dilakukan oleh Pak Nur sudah sangat baik. Nah, saya minta Pak Tutuk bisa lebih baik lagi. Sehingga, kerjasama itu membawa ekonomi masyarakat Kaltim lebih tinggi lagi. Sebab, pertumbuhan ekonomi di Kaltim ini cukup tinggi, yakni diatas 5 persen,” tuturnya.

Menerima pesan itu, Tutuk mengatakan, ia sudah memiliki strategi dan program dalam mengembangkan UMKM di Kaltim. Paling utama, disampaikan Tutuk, adalah mengolah turunan dari produksi SDA di Kaltim menjadi produk unggulan dengan nilai jual lebih.

“Perekonomian kaltim tentu akan turun naik, apabila kita hanya berpatok pada komoditas utama kita. Jadi, hilirasasi itu sangat penting. Bagaimana kita dapat menciptakan produk turunan, agar memiliki nilai jual. Misalnya saja teg kotak itu, kalau tehnya saja yang dijual mungkin cuman Rp 2-3 ribu saja. Tapi, kalau diberi kemasan harganya bisa Rp 7 ribu. Itu yang akan kita upayakan,” jelasnya.

Menatik investor langsung untuk bisa menanamkan modalnya di Kaltim, dikatakan Tutuk, juga akan menjadi fokusnya. Sebab, melalui itulah putaran ekonomi daerah bergerak dengan baik. Selain itu, peluang usaha dan penyerapan tenaga kerja akan terjadi di Kaltim.

“Investor langsung juga menjadi jawaban. Maksudnya, kalau ada pabrik mobil di Jawa maka Kaltim ini bisa menyiapkan apa. Misalnya saja, kita bisa menyiapkan bannya, atau alat lainnya sebagai penunjang kendaraan itu. Dengan seperti itu, maka ekonomi di Kaltim akan baik,” pungkasnya.

Gubernur Kaltim, Isran Noor mengharapkan, kerjasama yang telah terjalin baik selama ini akan semakin baik. Peran BI Perwakilan Kaltim, ujar Gubernur, bagi pertumbuhan dan penyusunan strategi ekonomi di Kaltim sangat besar. Terutama, dikatakan olehnya, dalam mengendalikan inflasi di Kaltim.

“Saya mengucapkan terimakasih kepada Pak Muhammad Nur sebagai pejabat sebelumnya. Kepada pejabat selanjutnya, kita akan terus tingkatkan kerjasama. Terlebih, untuk bagaimana inflasi di Kaltim ini bisa terkendali. Dan jangan sampai deflasi. Kalau tidak ada inflasi tidak bagus juga, berarti tidak ada kegiatan ekonomi kita,” tuturnya.

Penulis: Purnomo Susanto
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved