Hingga 14 September 2019 Titik Api Capai 151.862, Terbanyak di Kalimantan Tengah

Agus Wibowo menyebutkan, Kalimantan Tengah mempunyai titik api terbanyak. analisis data titik api menggunakan situs fires.globalforestwatch.org

Hingga 14 September 2019 Titik Api Capai 151.862, Terbanyak di Kalimantan Tengah
KOMPAS.COM/AJI YULIANTO KASRIADI PUTRA
Kabut asap tebal menyelimuti kota Palembang, akibat kebakaran hutan dan lahan yang terjadi disejumlah wilayah Sumatera Selatan. Akibat kabut ini, kondisi udara di Palembang sempat masuk ke level berbahaya. 

"Berbagai antisipasi tersebut turut berdampak terhadap sejumlah rotasi penerbangan, untuk itu kami mengimbau penumpang untuk melakukan pengecekan secara berkala jadwal penerbangan mereka," kata Ikhsan.

Manajemen Garuda juga telah mempersiapkan upaya mitigasi untuk penanganan penerbangan yang terdampak termasuk penanganan penumpang.

Data penerbangan yang dibatalkan hingga siang hari ini adalah yang menerbangkan penumpang dari Bandara Soekarno-Hatta ke tiga kota besar di Kalimantan, yakni Pontianal (Kalbar), Palangkaraya (Kalteng) dan Samarinda (Kaltim.)

Kedua belas penerbangan yang batal terbang adalah GA580/581- Rute Jakarta - Samarinda - Jakarta, GA582/583 - Rute Jakarta - Samarinda - Jakarta, GA512/513 - Rute Jakarta - Pontianak - Jakarta, GA502/505 - Rute Jakarta - Pontianak - Jakarta, GA504/507 - Rute Jakarta - Pontianak - Jakarta, GA552/553 - Rute Jakarta - Palangkaraya - Jakarta.

Selain membatalkan 12 penerbangan, Garuda Indonesia juga melakukan pengalihan penerbangan untuk penerbangan GA 550 Rute Jakarta - Palangkaraya menjadi Jakarta - Balikpapan yang kemudian melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Adapun Lion Air Group menginformasikan perkembangan terbaru operasional penerbangan pada Minggu (15/ 9/2019) hingga pukul 12.00 waktu setempat. Lion Air Group mengalami keterlambatan keberangkatan dan kedatangan (delay), kembali ke bandar udara keberangkatan (return to base/RTB), pengalihan pendaratan (divert) serta melakukan pembatalan penerbangan (cancel), di beberapa jaringan doemstik yang dilayani.

"Keputusan tersebut disebabkan cuaca buruk berupa fog/smoke (kabut asap) yang terjadi di beberapa daerah. Kondisi ini mengakibatkan jarak pandang pendek (visibility below minimum) dan tidak memenuhi persyaratan keselamatan penerbangan untuk proses lepas landas dan mendarat. Jadi, dalam rangka memastikan keselamatan dan keamanan, maka terjadi penundaan penerbangan," demikain pernyataan manajemen Lion Air Group yang ditemuka Tribun Network, Minggu (15/9/2019).

Dampak yang timbul berpotensi mengakibatkan terganggunya pada rotasi pesawat untuk sektor atau rute penerbangan berikutnya.

Lion Air Group menegaskan, berdasarkan situasi yang terjadi seluruh operasional dijalankan berdasarkan standar operasional prosedur (SOP).

 Kabut Asap di Tanjung Selor, 8.500 Masker Biasa, 6.000 Masker N-95 Siap Dibagikan ke Masyarakat

 Sejumlah Sekolah Diliburkan Karena Kabut Asap, Gara-gara TPAS Makassar Terbakar

Data dari Lion Air group yang mengoperasikan penerbangan Batik Air, Lion Air dan Wings Air, terdapat 103 penerbangan yang mengalami gangguan.

Secara keseluruhan, perinciannya adalah pengalihan Pendaratan (divert) 6 penerbangan, kembali ke Bandar Udara Keberangkatan (RTB) 5 penerbangan, terlambat 60 menit – 3 jam 12 penerbangan, terlambat Lebih dari 3 jam 56 penerbangan dan pembatalan penerbangan 6 penerbangan.

Selain itu, terdapat potensi Keterlambatan Rute Berikutnya – Dampak Rotasi Pesawat pada 18 penerbangan.

Informasi Pengalihan Pendaratan (divert) antara lain Lion Air Penerbangan JT-626 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) – Tarakan (TRK) divert Balikpapan (BPN); Lion Air Penerbangan JT-817 Makassar (UPG) – Pontianak (PNK) divert Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK); Lion Air Penerbangan JT-323 Soekarno-Hatta, Tangerang (CGK) - Banjarmasin (BDJ) divert Surabaya (SUB); Lion Air Penerbangan JT-666 Surabaya (SUB) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN); Batik Air Penerbangan ID-7281 Jakarta Halim Perdanakusuma (HLP) - Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN); Batik Air Penerbangan ID-6692 Yogyakarta Kulonprogo (YIA) – Samarinda (AAP) divert Balikpapan (BPN). (Info selengkapnya lihat grafik)

Memperhatikan Keselamatan
PT Angkasa Pura II (Persero) selaku operator bandara mengakui adanya gangguan penerbangan akibat kabut asap.

VP of Corporate Communications Angkasa Pura II Yado Yarismano mengatakan bandara-bandara Angkasa Pura II saat ini tetap beroperasi, namun dengan memperhatikan faktor keselamatan maka sejumlah penerbangan ada yang dibatalkan.

Sejauh ini Lion Air Group telah menginformasikan pembatalan sebanyak 20 penerbangan yang di antaranya juga terdapat rute penerbangan di bandara Angkasa Pura II yang terletak di Sumatera (Kualanamu, Jambi, Pekanbaru) dan Kalimantan (Palangkaraya).

Yado mengimbau para penumpang pesawat agar memperhatikan informasi terkini terkait status penerbangan menyusul adanya asap yang berpotensi mengganggu jarak pandang penerbangan. 
Informasi mengenai status penerbangan terkini dapat diketahui dari maskapai yang mengoperasikan penerbangan tersebut.

Yado Yarismano mengatakan personel Angkasa Pura II di seluruh bandara akan menyiapkan segala sesuatunya demi kenyamanan penumpang di terminal, khususnya bagi penumpang yang terdampak keterlambatan atau pembatalan penerbangan akibat adanya asap.

“Angkasa Pura II secara intens berkoordinasi dengan pihak terkait seperti AirNav Indonesia, BMKG dan maskapai terkait dengan operasional penerbangan. Faktor utama adalah keselamatan dan keamanan penerbangan. Informasi terbaru akan selalu disampaikan kepada masyarakat dan juga penumpang pesawat,” ujar Yado.

“Bandara Angkasa Pura II yang ada di Kalimantan, Sumatera, Bangka Belitung dan Kepulauan Riau masih tetap beroperasi, namun kami tetap mengimbau agar penumpang pesawat memperhatikan informasi terbaru dari maskapai terkait status penerbangan,” jelas Yado Yarismano.

Di Sumatera, Angkasa Pura II mengelola Bandara Sultan Iskandar Muda (Aceh), Kualanamu (Deli Serdang), Sultan Syarif Kasim II (Pekanbaru), Minangkabau (Padang), Sultan Thaha (Jambi), Silangit (Siborong-borong) dan Sultan Mahmud Badaruddin II (Palembang).

Sementara di Kalimantan, Angkasa Pura II mengelola Bandara Supadio (Pontianak) dan Tjilik Riwut (Palangkaraya). Di Bangka Belitung, Angkasa Pura II mengelola Bandara Depati Amir (Pangkal Pinang) dan di Kepulauan Riau ada Bandara Raja Haji Fisabilillah (Tanjung Pinang). (Tribun Network/ria)

TONTON JUGA:

Editor: ade mayasanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved