Tengok Cara Teater Yupa Mengupas Buruh dan Kemanusiaan Lewat Naskah Drama Arifin C Noer

Tengok Cara Teater Yupa Mengupas Buruh dan Kemanusiaan Lewat Naskah Drama Arifin C Noer

Tengok Cara Teater Yupa Mengupas Buruh dan Kemanusiaan Lewat Naskah Drama Arifin C Noer
Tribunkaltim.co/ Fachri Ramadani
Adegan pementasan Matahari di Sebuah Jalan Kecil karya Arifin C Noer yang dimainkan Teater Yupa di Gedung Student Center Universitas Mulawarman. 

TRIBUNKALTIM.CO - Di belakang tembok pabrik es batu. Seorang penjual pecel menggendong bakul dagangannya. Cahaya lamat-lamat menyinari tubuhnya. Ia melantunkan tembang penuh semangat.

Menyambut pagi, sekaligus menyapa suara mesin pabrik yang tak kenal mati. Tak berselang lama bibir mbok mengembang ke samping. Pipinya terangkat. Ia memandang debu-debu yang terbang di udara.

Persis di depannya. Para buruh pabrik dengan baju buluk dan sobek, lengkap dengan segala perangainya bersenda gurau.

Mereka menenggelamkan suara mesin yang berada tak jauh dari warung milik Si Mbok Penjual Pecel. Tiba-tiba seorang berambut pirang dengan setelan nyentrik muncul.

Ia membangunkan pria yang tidur di atas bangku besi panjang. Pria yang tidur itu adalah penjaga malam. Harusnya saat-saat itu ia sudah di rumah. Namun ia masih terjaga.

Lembur gara-gara ada maling semalam. Kemunculan sosok berambut pirang itu sempat mencuri perhatian para buruh.

Namun mereka tetap lanjut bergunjing. Buruh-buruh itu bukan menggunjing perkara maling, tapi nasib.

Ya, mereka tampak berhasrat menertawakan nasibnya masing-masing. Mulai dari beras yang makin mahal hingga gaji yang tidak kunjung naik.

Barangkali, bagi mereka hanya dengan tertawa bisa menutupi hati yang lara. Sesekali harapan terlontar dari mulut para buruh. Misalnya kepingin motor bebek.

Namun, keluh kesah mereka selalu didamprat Sang Mandor, sosok berambut pirang dengan tinggi kira-kira 1,5 meter dan berat 40 kilogram, yang sedari tadi tampak tak asik melihat perbincangan para buruh itu.

Halaman
1234
Penulis: Muhammad Fachri Ramadhani
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved