Darurat Kabut Asap

Dampak Kabut Asap, Bandara Supadio Lumpuh Total, 15 Penerbangan Garuda Dibatalkan, Jokowi ke Riau

Aktivitas penerbangan di Bandara Supadio, Pontianak, Kalimantan Barat lumpuh total.Kabut asap yang mengepung Kota Pontianak membuat jarak pandang te

Dampak Kabut Asap, Bandara Supadio Lumpuh Total, 15 Penerbangan Garuda Dibatalkan, Jokowi ke Riau
Tribunkaltim.co/ Nevrianto Hardi Prasetyo
DISELIMUTI KABUT ASAP-Kondisi udara di sekitar Bandara APT Pranoto Jalan Poros Samarinda Bontang Samarinda Utara tampak diselimuti kabut asap, Minggu(15/9/2019).Tampak di area apron Bandara pesawat Batik Air dan Garuda Indonesia nyaris tertutup kabut asap. 

02. GA 503 Pontianak – Jakarta

03. GA 510 Jakarta – Pontianak

04. GA 550 Jakarta – Palangkaraya
05. GA 551 Palangkaraya – Jakarta

19 September 2019

01. GA 501 Pontianak – Jakarta

Selain melakukan pembatalan penerbangan Garuda Indonesia juga turut mengalihkan penerbangan pada nomor penerbangan GA 580 dan GA 582 rute Jakarta – Samarinda yang dialihkan ke Balikpapan.

Dengan situasi ini, seluruh penumpang Garuda Indonesia yang terdampak pembatalan jadwal penerbangan Garuda Indonesia diberikan pilihan untuk mengubah jadwal penerbangan (reschedule).

Selain itu, penumpang juga diberikan pilihan untuk melakukan reroute atau melakukan refund sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

"Garuda Indonesia juga akan terus memonitor situasi dan perkembangan berkaitan dengan intensitas dampak kabut asap tersebut, khususnya yang dapat mengganggu keselamatan penerbangan," pungkasnya.

Terpisah, jajaran pegawai Bandara APT Pranoto Samarinda, Kalimantan Timur, menggelar salat Istisqa meminta hujan.

Permohonan hujan dilakukan karena kabut asap disebabkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah daerah di Kalimantan Timur, ditambah asap kiriman dari Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah, mengepung bandara sejak tiga hari terakhir.

Puncaknya, pada Senin (16/9) pagi, asap tebal mengepung bandara. Jarak pandang hanya 200 meter dari normal 5.000 kilometer.

Kondisi tersebut membuat sejumlah rute penerbangan terganggu. Dari batal terbang hingga pengalihan melalui rute Bandara Sepinggan, Balikpapan.

Dalam suasana khusyuk, pimpinan hingga staf serta anggota komunitas Bandara APT Pranoto Samarinda berdoa agar turun hujan.

"Kami memohon turunnya hujan agar bencana kabut asap akibat kebakaran lahan di wilayah Kalimantan segera berakhir," ujar Kepala Bandara APT Pranoto, Dodi Dharma Chayadi.

Dia juga mengimbau kepada masyarakat Samarinda agar dapat bersinergi dalam menjaga dan menciptakan wilayah Samarinda yang bebas dari asap dengan tidak lagi membakar hutan dan lahan.

“Jangan ada lagi masyarakat yang membuka lahan dengan cara membakar lahan karena asap yang ditimbulkan dampaknya sangatlah merugikan kita semua, terutama dampak asap yang mengakibatkan aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto menjadi terganggu," ujar Dodi.

Orang Utan
Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membantah kebakaran hutan dan lahan telah memasuki wilayah konservasi orangutan di Kalimantan Timur.

"Saya konfirmasi ke teman-teman Borneo Orangutan Survival (BOS) Foundation di Balikpapan memang tidak ada kebakaran hutan di sana," ujar Kepala Biro Hubungan Masyarakat Kementerian Lingkungan Hidup Hidup dan Kehutanan (KLHK), Djati Witjaksono Hadi.

Ia menerangkan, masih berdasarkan laporan BOS, wilayah konservasi orangutan itu terdampak asap karhutla yang terjadi di bagian Kalimantan lainnya.

"Tidak ada kebakaran di wilayahnya, tetapi memang ada tercium ya dampak asap itu sampai ke wilayah tersebut," ujarnya.

Sejauh ini, ia mengatakan pihaknya belum melakukan evakuasi pada satwa yang dilindungi itu.

"Di wilayah itu kami ada dokter hewan di sana nanti dokter hewan nya kan memberikan saran kepada pengelola di sana. Ya kalau di kotanya mungkin asap tidak sehat tapi kalau di hutan di lokasi konservasi orangutan relatif masih aman," ujar Djati.

Sementara terkait kabar dalam bentuk video dan foto yang menyebar terkait orang utan dalam kepungan karhutla, ia mengatakan, kejadian itu terjadi pada tahun 2015 silam.

"Itu foto lama foto 2015 yang di daur ulang ya kita lihat lagi kita akan cermati lagi itu dari konservasi orangutan yang mana," kata dia.

Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mengapresiasi langkah yang diambil Dinas Pendidikan kota Pekanbaru, Riau yang memperpanjang libur sekolah selama dua hari yakni 16 dan 17 September 2019.

Hal itu karena saat ini kualitas udara di provinsi tersebut sangat buruk lantaran dampak dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang telah semakin meluas.

Menurutnya, jika kegiatan belajar mengajar pada hari ini tetap dilakukan, maka akan semakin menambah gangguan kesehatan bagi anak-anak serta para guru di sana.

"Yang jelas dari sisi faktor kemanusiaan, anak-anak ini saya udah melihat SK dari Dinas Pendidikan, meliburkan. Saya kira (keputusan) itu sudah bagus, jangan dipaksa anak-anak sekolah dalam keadaan berbahaya," ujar Dede.

Kemudian ia juga berharap pemerintah sigap dalam menangani masyarakat yang terkena Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA). Karena penyakit yang harus diwaspadai adalah ISPA, mengingat asap yang diakibatkan karhutla sudah mengganggu jarak pandang dan kualitas udara di Riau.

Bahkan penyebaran asap itu sudah memasuki kawasan pemukiman penduduk. Sehingga ia meminta agar Kementerian Kesehatan segera melakukan koordinasi dalam mendistribusikan obat-obatan ke Puskesmas dan rumah sakit setempat.

"Yang kedua, penanganan ISPA, karena pasti ISPA akan menjangkit sekali, jadi obat-obatan pun harus segera masuk ke sana," jelas Dede. Selain penanganan terhadap masyarakat yang terkena ISPA, ia juga mengusulkan agar pemerintah melakukan evakuasi pada warga yang terdampak.

Hal itu, kata Dede, memungkinkan untuk dilakukan jika karhutla masih belum bisa diatasi dan pekatnya asap semakin merusak kualitas udara di provinsi itu.

"Yang ketiga, ini memang agak sulit yaitu bagaimana yang terburuk adalah evakuasi, evakuasi dari wilayah tersebut," tegas Dede.
Perlu diketahui, karhutla juga terjadi di Ka

limantan dan diduga dampak asapnya pun terbawa hingga melewati perbatasan Indonesia dengan Malaysia.

Saat ini para menteri serta pimpinan lembaga terkait pun telah berangkat menuju Riau, untuk melakukan Rapat Terbatas mengenai Karhutla yang akan dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Malam ini langsung rapat Karhutla. Besok baru beliau dan kami-kami akan meninjau di lapangan," ucap Menkopolhukam Wiranto.

Wiranto menjelaskan, Presiden ingin langsung melihat dan mendapat laporan soal kabut asap paling parah di Riau.

"Ini menunjukan bahwa Presiden sendiri yang merasa sangat prihatin tentang hal ini, dan memberikan perhatian khusus, sampai beliau ingin langsung melihat, langsung meninjau, dan ingin mendapatkan laporan di daerah-daerah yang rawan kebakaran," jelasnya.

Lebih jauh Wiranto menjelaskan nanti malam Presiden dan jajaran menteri akan langsung rapat. "Nanti malam akan dilakukan rapat Karhutla di Pekanbaru.

Tentu lebih detail para menteri diminta untuk laporan tentang bagaimana upaya-upaya yang sudah dilakukan, ya tentu hal apa yang masih perlu dilakukan. Sehingga, penanggulangan kebakaran hutan ini dapat betul-betul dilaksanakan secara maksimal," jelas Wiranto.

Menurut dia, yang akan hadir di Pekanbaru di antaranya, Menko PMK, Menteri LHK, Menteri Sosial, Menteri Kesehatan, Kepala BNPB.

"Ya menteri-menteri dan lembaga terkait langsung dengan masalah kebakaran hutan. Saya kira lengkap nanti," ungkap Wiranto.(Tribun Network/fit/ria/rin/kps/wly)

Penulis: Januar Alamijaya
Editor: Cornel Dimas Satrio Kusbiananto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved