Empat Pimpinan Perusahaan Tambang Jadi Tersangka, Diduga Selewengkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan

empat pimpinan perusahaan tambang granit PT Kawasan Dinamika Harmonitama di Karimun, Kepulauan Riau, sebagai tersangka.

Empat Pimpinan Perusahaan Tambang Jadi Tersangka, Diduga Selewengkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan
Tribun Pekanbaru
Ilustrasi - BPJS Ketenagakerjaan 

TRIBUNKALTIM.CO,KARIMUN-Penyelenggara Bidang Pengawasan Ketenagakerjaan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Kepulauan Riau Cabang Karimun,

menetapkan empat pimpinan  perusahaan tambang granit PT Kawasan Dinamika Harmonitama di Karimun, Kepulauan Riau, sebagai tersangka.

Mereka yang menjadi tersangka berinisial IG, SY, MY dan HM yang diduga melakukan penyelewengan iuran BPJS Ketenagakerjaan sesuai Pasal 55 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011.

Penyidik Penyelenggara Bidang Pengawas Ketenagakerjaan Disnakertrans Provinsi Kepri Cabang Karimun, Ria Iswety membenarkan hal tersebut.

Keempat pimpinan PT KDH itu terbukti melanggar peraturan ketenagakerjaan, Pasal 55 Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2011.

"Benar, ada 4 orang yang telah kami tetapkan sebagai tersangka, yaitu IG, MY, SY dan HM," kata Ria, saat dihubungi, Selasa (17/9/2019) seperti dilansir Kompas.Com.

Ria menuturkan, seharusnya iuran pekerja dibayarkan ke BPJS Ketenagakerjaan, akan tetapi pada kenyataannya iuran tersebut tidak disetorkan.

Sehingga, para pekerja tidak terdaftar dan tidak bisa mencairkan BPJS Ketenagakerjaan.

Ironisnya, gaji ataupun upah para pekerja perusahaan tersebut, hingga saat ini belum dibayar oleh pihak perusahaan.

Halaman
12
Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved