Ini Keluhan Warga Lokasi Ibu Kota Baru Terkait Kabut Asap yang Selimuti Penajam Paser Utara

Warga ibu kota baru di Penajam Paser Utara mengeluhkan sesak napas, tidur terganggu dan mata merah akibat kabut asap di Penajam Paser Utara

Ini Keluhan Warga Lokasi Ibu Kota Baru Terkait Kabut Asap yang Selimuti Penajam Paser Utara
tribunkaltim.co/Heriani
Kondisi kabut asap di Penajam Paser Utara 

TRIBUNKALTIM.CO, PENAJAM - Dinas Kesehatan atau Dinkes Penajam Paser Utara belum merekap data masyarakat yang menderita Infeksi Saluran Napas Atas atau ISPA akibat paparan kabut asap di Penajam paser Utara.

Masyarakat kabupaten Penajam Paser Utara cukup terganggu dengan kondisi udara akibat kabut asap sepekan belakangan.

Bahkan ada warga yang mengeluh susah tidur, mata merah, sesak napas dan batuk akibat asap pekat yang muncul mulai malam hingga pagi hari tersebut.

Video Pilihan:

Kepala Dinkes Penajam Paser Utara, Arnold Wayong menyatakan, angka masyarakat yang menderita gangguan pernapasan akibat asap masih kecil.

Namun, permintaan masker untuk pencegahan, sudah diajukan oleh Puskesmas yang ada di Benuo Taka julukan Penajam Paser Utara.

"Kemarin, dari Kecamatan Sepaku ada yang menelpon untuk permintaan masker dan sudah kami perintahkan untuk dibagikan jika diperlukan," kata Kepala Dinkes Penajam Paser Utara, Arnold Wayong, Selasa (17/9/2019).

Puluhan ribuan masker sudah diterima oleh Puskesmas Sepaku, dan hari ini sudah mulai dibagikan di sekolah-sekolah, dan kantor pemerintahan.

"Wilayah lain akan menyusul," imbuhnya.

Olehnya itu, Arnold akan kembali memesan pasokan masker, untuk disalurkan di tiap-tiap wilayah di Kabupaten Penajam Paser Utara, utamanya yang kondisi udara terganggu akibat asap.

Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved