Ini Keluhan Warga Lokasi Ibu Kota Baru Terkait Kabut Asap yang Selimuti Penajam Paser Utara

Warga ibu kota baru di Penajam Paser Utara mengeluhkan sesak napas, tidur terganggu dan mata merah akibat kabut asap di Penajam Paser Utara

Ini Keluhan Warga Lokasi Ibu Kota Baru Terkait Kabut Asap yang Selimuti Penajam Paser Utara
tribunkaltim.co/Heriani
Kondisi kabut asap di Penajam Paser Utara 

Kondisi di lokasi Ibu Kota Negara, jelas Arnold belum separah Provinsi Pekanbaru dan Palangkaraya Kalimantan Tengah.

Usulan untuk meliburkan siswa sekolah pun, belum ada.

"Harus dari rekomendasi Dinas Pendidikan juga," tambahnya.

Arnold terus memantau kondisi diberbagai wilayah.

Ia berpesan, jika secara visual kepulan asap cukup pekat, hindari keluar rumah.

Ventilasi udara pada rumah diminta untuk diperkecil.

"Jika terpaksa keluar rumah, pakai masker.

Terutama udara disekitar anak kecil dan bayi.

Di Penajam Paser Utara kabut pekat itu mulai dari subuh hingga pagi.

Menjelang siang, karena angin kencang, asap semakin berkurang," pungkasnya.

Dua petugas menyemprotkan air di atas lahan yang terbakar. Musim kemarau panjang ini kawasan lahan dan hutan menjadi mudah terbakar, karena itu Pemkab PPU mengimbau warganya untuk tidak membakar lahan dan hutan di sekitarnya.
Dua petugas menyemprotkan air di atas lahan yang terbakar. Musim kemarau panjang ini kawasan lahan dan hutan menjadi mudah terbakar, karena itu Pemkab PPU mengimbau warganya untuk tidak membakar lahan dan hutan di sekitarnya. (HUMASKAB PPU)
Halaman
1234
Penulis: Heriani AM
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved