Darurat Kabut Asap

Kabut Asap Melanda Kaltim, Polsek Sangatta Pasang Spanduk Imbauan Cegah Karhutla

Meski intensitasnya tidak tinggi, namun kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi pula di sekitar wilayah Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan

Kabut Asap Melanda Kaltim, Polsek Sangatta Pasang Spanduk Imbauan Cegah Karhutla
TribunKaltim/Margaret Sarita
Petugas Polsek Sangatta memasang spanduk imbauan tentang ancaman bagi warga yang sengaja melakukan pembakaran lahan 

TRIBUNKALTIM.CO - Meski intensitasnya tidak tinggi, namun kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi pula di sekitar wilayah Sangatta Utara maupun Sangatta Selatan.

Aksi pencegahan dengan pengawasan intensif di beberapa titik rawan kebakaran kian intensif dilakukan jajaran Polsek Sangatta.

Selasa (17/9/2019), Kapolsek Sangatta Iptu Slamet Riyadi bersama tim melakukan pemasangan spanduk imbauan di kawasan Jalan AW Syahrani, Kecamatan Sangatta Utara. Spanduk imbauan berisi, “Dilarang Membakar Hutan dan Lahan. Mereka yang terbukti dengan sengaja membakar hutan dan lahan, dipidana penjara 15 tahun dan dikenai denda Rp 15 miliar”.

“Ada sekitar 20 spanduk yang kita pasang di tiga kecamatan, yang merupakan wilayah hukum Polsek Sangatta. Yakni, di Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Kecamatan Teluk Pandan. Ketiga wilayah tersebut, memiliki titik rawan tersendiri yang perlu menjadi perhatian,” ungkap Slamet.

Selain itu, tim Polsek Sangatta juga menggiatkan sosialisasi pencegahan kebakaran hutan dan lahan pada warga secara bergantian.

Pola membuka lahan dengan cara membakar, masih dilakukan warga. Sehingga perlu dilakukan pendekatan agar tidak melakukan pembakaran lahan.

“Setiap hari, ada tim khusus dari pospol Sangatta Selatan maupun Teluk Pandan yang bekerja sama dengan koramil setempat untuk melakukan antisipasi dengan cara sosialisasi langsung ke warga,” ujar Slamet.

Selain kepolisian, pencegahan kebakaran hutan dan lahan juga dilakukan jajaran BPDB Kutai Timur.

Satu di antaranya adalah dengan meminta Dinas Pertanian mengerahkan petugas PPL mereka ke para petani.

“Karena petugas penyuluh, lebih dekat dengan para petani dan berada di 18 kecamatan, sehingga kami meminta bantuan Dinas Pertanian untuk mengerahkan petugas PPL, melakukan sosialisasi pada para petani agar tidak membakar hutan dan lahan untuk membersihkan areal lahan mereka,” ungkap Kepala BPBD Kutim, Syafruddin MAP.

Hal ini diungkapkan beranjak dari memperhatikan waktu kejadian kebakaran lahan di sekitar wilayah Sangatta hingga ke Teluk Pandan, yang umumnya terjadi jelang sore hari.

Sehingga diduga ada unsur kesengajaan dalam kebakaran lahan yang terjadi belakangan ini

Penulis: Margaret Sarita
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved