Darurat Kabut Asap

2 Perusahaan Kebun Kelapa Sawit Disegel Kepolisian, 60 Tersangka Diringkus jadi Pelaku Karhutla

2 perusahaan perkebunan kelapa sawit disegel kepolisian. PT Grand Mandiri Utama di Sintang dan PT Chakra Khatulistiwa Prima di Sambas.

Editor: Budi Susilo
Dok Tribunkaltim.co
Dua petugas menyemprotkan air di atas lahan yang terbakar. Musim kemarau panjang ini kawasan lahan dan hutan menjadi mudah terbakar, karena itu Pemkab Penajam Paser Utara mengimbau warganya untuk tidak membakar lahan dan hutan di sekitarnya. 

Menurutnya, pelaku menggunakan modus yang sama.

"Lahan yang mereka kelola, dirintis (dengan cara menebang pohon).

Kemudian kayu-kayu itu ditumpuk dan dibakar.

Tetapi saat membakar kayu itu tidak diamankan.

Sehingga kebakaran meluas ke mana-mana," ungkapnya.

Seluruh pelaku kini ditetapkan sebagai tersangka.

Sehingga total 4 kasus kebakaran lahan ini, ada 9 tersangka.

Satu tersangka berinisial BA warga Kutai Timur merupakan pelaku pembakaran hutan di Kecamatan Kelay 27 Agustus 2019 lalu.

Sementara dalam kasus pembakaran lahan di Kecamatan Tabalar, polisi mengamankan
BR (60) warga Kampung Berantai Kecamatan Tubaan.

AR (46) warga Kampung Berantai Kecamatan Tabalar.

SP (60) warga Juata Laut Kota Tarakan.

Tersangka lainya, yakni AA (42) warga Harapan Maju Kecamatan Tabalar.

Selain mengamankan para pelaku, polisi juga menyita barang bukti yang terdiri dari 4 unit chain saw, 6 buah parang, korek api serta 2 jerigen Bahan Bakar Minyak dan oli mesin chain saw 1 botol.

Para pelaku terancam dengan pasal berlapis, yakni Pasal 50 ayat (3) huruf d, UU RI No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan yang berbunyi "Setiap Orang Dilarang Membakar Hutan.”

Pelaku juga dikenai pasal 78 ayat (3) UU No 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan

“Barang siapa dengan sengaja melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 50 ayat (3) huruf d, diancam dengan pidana penjara paling lama 15 (lima belas) tahun dan denda paling banyak Rp 5 milyar.”

Para pelaku juga bisa dijerat dengan pasal 69 ayat (1) huruf h UU RI No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup serta Pasal 108 UU RI NO. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup, dengan ancaman 10 tahun penjara dan denda paling sedikit RP 3 miliar.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "66 Kasus Pembakaran Lahan di Kalbar, 60 Orang Jadi Tersangka, 15 Perusahaan Diproses."

(Tribunkaltim.co)

Sumber: Kompas.com
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved