Kualitas Udara Kubar Diuji Dinas Lingkungan Hidup, Begini Hasilnya

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kulitas udara di Kubar, menyusul sepekan terakhir kabut asap tebal menyelimuti seluruh wilayah Kubar.

Kualitas Udara Kubar Diuji Dinas Lingkungan Hidup, Begini Hasilnya
TribunKaltim/Febriawan
Wabup Kubar Edyanto Arkan didampingi Kepala DLH Kubar Ali Sadikin (dua kanan) bersama Tim Sucofindo saat mengambil sampel udara, di depan Kantor Setkab Kubar, Barong Tongkok. 

TRIBUNKALTIM.CO -  Guna mengetahui konsdisi kesehatan udara di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), yang sampai saat ini masih diselimuti kabut asap, Rabu 18/09/2019, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kubar mengambil sampel udara.

Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kulitas udara di Kubar, menyusul sepekan terakhir kabut asap tebal menyelimuti seluruh wilayah Kubar.

Kemenag Kubar ajak Warga Shalat Istisqa dan Berdoa Minta Hujan, Catat Waktunya

Tahun ini Pemkab Kubar Usulkan Penambahan 16 Unit Damkar

Hasil Rakor Bersama Agen dan Pamngkalan, Pemkab Kubar Usulkan HET LPG 3 Kg Rp 25 Ribu

Pengambilan sampel udara itu dilakukan oleh laboratorium Sucofindo, di tiga titik yakni Kecamatan Barong di depan Kantor Setkab dan Bandara Melalan Kubar, lalu Melak di Dermaga Melak.

Wakil Bupati Kubar H Edyanto Arkan, yang hadir langsung saat pengambilan sampel udara di depan kantor Bupati mengungkapkan hal ini sangat perlu dilakukan untuk mengetahui kulitas udara di Kubar saat ini.

Seperti yang diketahui lanjutnya, kabut asap menyelimuti hampir seluruh wikayah Kubar, dikhawatirkan kondisi ini berbahaya bagi kesehatan masyarakat.

“Meskipun kondisi di Kubar tidak separah dengan daerah lain, tapi kita tetap perlu memeriksa kulitas udara kita,” tegasnya.

Ia menjelaskan jika dilihat secara visual (penglihatan) untuk kelayakan kualitas udara, belum pada tingkat yang membahayakan. Kondisinya pun, tidak separah kejadian yang sama pada 2015 silam.

Meskipun demikian, ia mengimbau kepada masyarakat terutama anak-anak hidari kegiatan yang di luar rumah, kecuali jika perlu.

“Tetapi usahakan menggunakan alat pengaman seperti masker jika kuar rumah,”imbaunya.

Ia menjelaskan perlu dicermati adalah partikel-partikel di udara yang ukurannya paling kecil sampai dengen berukuran particulate matter (PM) 2,5 mikrometer , yang dikhawatirkan. Karena kalau melampaui nilai ambang batas, akan membahayakan bagi kesehatan baik kepada anak dan
orang dewasa.

“Untuk itu, kita ambil sampel udaranya bersama Sucofindo biar diuji kelayakannya. Hasil dari uji tersebut, tida bisa cepat. Butuh waktu sekitar 2 minggu kedepan, untuk melihat hasilnya,” katanya.

Sementara itu, Kepala DLH Kubar Ali Sadikin menambahkan, hasil pemantauanudara nantiakan disampaikan kepada pimpinan yakni, Bupati dan Wabup.

“Setelah itu, baru lah ditindaklanjuti,”ungkapnya.

Ia mengkui jika pengambilan sampel udara ini baru bisa dilaksanakan hari ini, mengingat kabut asap sudah menyelimuti wilayah Kubar, sejak beberapa waktu lalu.

Hal itu dikarenakan keterbatasan putugas laboratorium Sucofindo, yang terlebih dulu harus mengambil sampel di daerah lain.

“Bukan kubar saja yang dijunjungi tapi daerah lain juga,” tegasnya.

Penulis: Febriawan
Editor: Januar Alamijaya
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved