Lakukan Kejatahan Siber di Filipina, 324 Warga China Ditangkap dan Bakal Dideportasi

Biro Imigrasi Filipina menyatakan, sebanyak 324 warga China ditangkap di Puerto Princesa City, Pulau Palawan.

Lakukan Kejatahan Siber di Filipina, 324 Warga China Ditangkap dan Bakal Dideportasi
TRIBUNNEWS
Ilustrasi Ditangkap Polisi. 

TRIBUNKALTIM.CO,MANILA-Biro Imigrasi Filipina menyatakan, sebanyak 324 warga China ditangkap di Puerto Princesa City, Pulau Palawan.

Mereka ditangkap di delapan hotel dan rumah di mana mereka ketahuan melakukan perbuatan ilegal yaitu kajahatan siber.

Penangkapan itu terjadi sepekan setelah Manila juga melaksanakan penyerbuan terhadap warga Negeri "Panda" itu dalam jumlah yang hampir sama.

Dikutip AFP via Kompas.Com, Komisioner Imigrasi Jaime Morente yang menyatakan, kebanyakan warga China itu tidak mempunyai dokumen, dan bakal dideportasi.

Morente menegaskan, jajarannya bakal memberangus aktivitas ilegal, utamanya yang berhubungan aktivitas game online yang terbukti tidak sah.

Atau penipuan siber dan penipuan investasi yang mengincar para korban di luar negeri, dan utamanya tidak menaruh curiga dengan aksi mereka.

Jumat pekan lalu (13/9/2019), polisi Filipina juga menangkap 277 warga China yang terbukti melaksanakan penipuan investasi, dan menimbulkan kergian jutaan dollar AS.

Polisi menyerbu gedung perkantoran di Manila, menahan empat pelaku sehubungan dengan aksi mereka dalam penipuan hingga 100 juta yuan, atau Rp 198,1 juta.

Polisi kemudian menerangkan, mereka menembukan lebih banyak tersangka yang melakukan operasi daring ilegal setelah dilakukan pengembangan.

Penjabat Kepala Intelijen Biro Imigrasi Fortunato Manahan berujar, operasi mereka lakukan setelah menerima laporan terkait aksi mencurigakan warga China di Puerto Princesa.

Filipina menerima lonjakan turis dan pekerja dari China sejak Presiden Rodrigo Duterte berkuasa di 2016, dan menjalin hubungan hangat dengan Beijing.

Arus kedatangan itu memberikan dampak beragam, dengan otoritas mencurigai banyak pekerja itu melakukan aksi ilegal dengan terlibat di industri game online. (*)

Baca Juga

Spekulasi Rizal Ramli Soal Listrik Padam di DKI Jakarta, Bukan Sabotase Siber Terorisme, Tapi Sepele

Gara-gara Kepulauan Salomon Akui China, Taiwan Putus Hubungan Diplomatik

Kenakan Abaya, Pelaku Bom Bunuh Diri Berusaha Masuki Batalion Infanteri Ke-35 Militer Filipina

China Larang Judi Online di Filipina, Presiden Rodrigo Duterte :Pemerintah Tak Akan Melarang

Pesawat Ringan Jatuh di Filipina, 9 Penumpang Termasuk Pasien dan Tenaga Medis Tewas

Editor: Samir Paturusi
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved