Takut Foto Bugilnya Disebar, Gadis 16 Tahun ini jadi Korban Rudapaksa Pria yang Dikenal di FB

Pelaku dan korban kemudian intens berkomunikasi menjalin pertemanan. Rupanya, Hendra sedari awal sudah memiliki niat jahat.

Takut Foto Bugilnya Disebar, Gadis 16 Tahun ini jadi Korban Rudapaksa Pria yang Dikenal di FB
KOMPAS.com/Tresno Setiadi
Anggota Polsek Tegal Barat, Rabu (18/9/2019) menunjukan pakaian SNM (16) gadis yang dicabuli pelaku yang dikenal lewat Facebook. 

Korban foto bugil di media sosial Facebook yang menghebohkan warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, mengaku nekat mengirim foto tanpa busana itu kepada seseorang yang dikenal di media sosial karena dijanjikan pekerjaan dengan gaji Rp 4 juta.

Pengakuan itu disampaikan korban saat diperiksa oleh pihak Kepolisian Resor Ngawi.

Kasatreskrim Polres Ngawi AKP M Khoirul Hidayat mengatakan, korban yang datang ke Polres Ngawi didampingi oleh orangtuanya itu mengaku tergiur dengan tawaran tersebut.

“Kejadiannya awal bulan ini, dijanjikan pekerjaan dengangaji 4 juta rupiah, disuruh kirim foto seperti itu,” kata Khoirul melalui pesan WhatsApp, Jumat (13/09/2019).

Setelah mengirim foto, bukannya pekerjaan yang diterima, tetapi malah diperas pelaku dengan ancaman fotonya akan disebar melalui media sosial.

Korban mengaku pelaku meminta uang Rp 25 juta agar foto tanpa busana miliknya tidak disebarkan.

“Setelah foto terkirim, orang yang nawarin kerjaan ini malah minta uang 25 juta rupiah. Kalau tidak dikasih, pelaku mengancam akan menyebar foto korban,” imbuh Khoirul.

Korban kemudian melaporkan pelaku ke polisi pada Kamis (12/9/2019) kemarin.

"Iya (lapor), semoga bisa segera terungkap,” kata Khoirul.

Sebelumnya, warga Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, dihebohkan dengan beredarnya foto tanpa busana di media sosial Facebook.

Pemilik akun NF memposting foto tidak senonoh di Facebook pada Senin (9/9/2019) pukul 21.00 WIB.

Pelaku juga mengirimkan foto-foto tak senonoh tersebut ke akun FB milik korban.

Saat ini, kepolisian masih menyelidiki pemilik akun NF yang diduga akun palsu tersebut.

“Itu akun palsu. Sementara kita masih melakukan penyelidikan siapa pelakunya,” ucap Khoirul.

Sumber: KOMPAS.com 

Editor: Doan Pardede
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved