Berita Pemkab Kutai Barat

Vicon dengan Pangdam dan Kapolda se-Kalimantan, Wabup Minta Warga Tidak Bakar Lahan

Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berupaya mengeratkan kerjasama untuk memberikan dukungan

Vicon dengan Pangdam dan Kapolda se-Kalimantan, Wabup Minta Warga Tidak Bakar Lahan
HUMASKAB KUBAR
Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE usai mengikuti acara Video Conference dengan Pangdam VI Mulawarman dan Kapolda se-Kalimantan menyikapi bencana karhutla di ruang Yudha Makodim 0912 Kubar, Selasa (17/9/2019). 

SENDAWAR - Pemerintah Kabupaten Kutai Barat terus berupaya mengeratkan kerjasama untuk memberikan dukungan kepada Kodim 0912 Kubar, Polres Kubar BPBD, Satpol PP, Dinas Sosial dan perusahaan dalam pemadam Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Kubar.

Hal tersebut dikatakan Wakil Bupati H Edyanto Arkan SE usai mengikuti acara Video Conference dengan Pangdam VI Mulawarman dan Kapolda se-Kalimantan menyikapi bencana karhutla di ruang Yudha Makodim 0912 Kubar, Selasa (17/9).

Wakil Bupati juga memaparkan, penanggulangan bencana karhutla, perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah Kubar siap membantu pemerintah.

Pemerintah daerah bisa melakukan usulan secara berjenjang kepada pemerintah pusat untuk pengadaan peralatan, seperti mobil dan pomp pemadam kebakaran. Turut hadir Kapolres Kubar, Danlanud, Sekretaris BPBD dan Kapela Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial dan TAGANA Kubar.

Wabup juga menjelaskan pada 2019, Pemkab Kubar melakukan penganggaran 16 unit mobil pemadam kebakaran yang diperuntukan bagi 16 kecamatan.

"Mudah-mudahan dalam asistensi dengan pemerintah pusat hal tersebut disetujui, sehingga mobil pemadam bisa diadakan untuk 16 kecamatan," harapnya.

Berkaitan dengan karhuta saat ini, Wabup mengharapkan Camat dan para Petinggi bisa mengefektifkan peran tokoh formal dan non formal di kelurahan kampung-kampung untuk mengingatkan masyarakat saat pembukaan lahan agar menghindari pembakaran.

"Jika melakukan pembakaran, harus dipastikan proses pembakaran lahan tidak merambat keluar dan aman dengan cara penjagaan dengan personil/orang yang cukup, dan adanya sekat bakar yang cukup luas serta menghitung arah angin, sehingga tidak merambat ke lahan lain yang tidak direncanakan," kata Wwabup.

Pada dasarnya pembakaran ladang jika dilakukan dengan baik tidak akan merambat ke lahan lain, dengan cara membuka sekat bakar jika terjadi peluasan maka api terhalang oleh skat bakar. Selanjutnya dalam membakar lahan juga harus melihat arah angin, serta harus berhati-hati.

Pemerintah tidak melarang masyarakat membuat ladang, namum dalam proses pembakaran ladang harus dilakukan dengan hati-hati jangan sampai api yang digunakan untuk membakar ladang menjadi tidak terkendali.

Sebab secara tradisional/kearifan lokal ketika membakar lahan/ladang melibatkan orang banyak atau masyarakat kampung, tidak dilakukan sendiri-sendiri sehingga terjadi perambatan ke lahan lain. Jika dilakukan pembakaran sendiri jelas api tidak akan terkendali dan meluas ketempat-tempat lainnya. (hms10)

Editor: Achmad Bintoro
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved