Kolam Bekas Tambang di Samarinda Capai 83, Bisa Jadi Potensi Budidaya Ikan di Keramba

Sedikitnya ada sekitar 83 danau eks tambang yang bisa dimanfaatkan menjadi keramba budidaya ikan air tawar di Samarinda.

Kolam Bekas Tambang di Samarinda Capai 83, Bisa Jadi Potensi Budidaya Ikan di Keramba
TRIBUN KALTIM/ CAHYO WICAKSONO
Keramba Budidaya Ikan Air Tawar di Samarinda, yang memanfaatkan lahan eks Tambang. Kamis (19/9/2019). 

TRIBUNKALTIM.CO SAMARINDA - Potensi perikanan air tawar di Samarinda, terbuka lebar karena ditunjang dengan wilayah sungai yang cukup luas.

Namun kurangnya sumber daya manusia di bidang perikanan adalah salah satu kendala yang dihadapi Pemkot Samarinda untuk mengembangkan potensi tersebut.

Pemkot Samarinda membuka peluang pengembangan potensi perikanan untuk kawasan Samarinda dengan melakukan pertemuan bersama kelompok pembudidaya Ikan (Pokdakan), di Rawa Bening (eks Tambang) Jl. Pusaka Lok Bahu, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda, Kamis (19/09/2019).

Selain pengembangan potensi perikanan di Samarinda, Pemkot juga terus berupaya mengembangkan perikanan jenis air tawar seperti di sungai.

“Pemprov sebelumnya sempat mencanangkan program 500.000 keramba yang ditargetkan terpenuhi pada tahun 2015.

Program ini telah ditunjang oleh pemerintah kabupaten/kota melalui kontrak produksi, serta lembaga perbankan milik daerah seperti BPD Kaltim yang memberikan kredit perikanan sejahtera bagi masyarakat,” kata Kepala Dinas Perikanan Kota Samarinda Sam Syaimum, Kamis (19/9/2019).

Optimalkan Budidaya Ikan, Walikota Samarinda Minta Inventarisir Lahan Eks Tambang untuk Keramba

PT TSA Bantu 15 Keramba untuk Warga Muara Bunyut di Melak

Dijelaskannya, visi dari Kementerian Kelautan RI adalah menjadikan Indonesia sebagai produsen ikan terbesar di dunia pada tahun 2015.

Namun itu akan sulit terpenuhi sebab arah kebijakan baru adalah ke bidang industrialisasi perikanan.

Artinya bagaimana komoditas perikanan Indonesia tidak dijual dalam bentuk utuh, melainkan dalam bentuk produk siap olah dan siap saji sehingga memiliki nilai tambah, yang lebih diminati pasar ekspor internasional.

Halaman
123
Penulis: Cahyo Wicaksono Putro
Editor: Rita
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved