Ibu Kota Baru Kalimantan

Mantan Menteri SBY Ungkap Lahan HTI Ibu Kota Baru Dikuasai Miliuner Sukanto Tanoto, Begini Faktanya

Mantan anggota kabinet Presiden SBY ini menyebut, lahan ibu kota baru di Kalimantan Timur sebagian besar merupakan milik miliuner Sukanto Tanoto

Mantan Menteri SBY Ungkap Lahan HTI Ibu Kota Baru Dikuasai Miliuner Sukanto Tanoto, Begini Faktanya
TRIBUNKALTIM.CO/FACHMI RACHMAN
Foto udara Desa Semoi Dua, Kecamatan Sepaku, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Rabu (28/8/2019). Sebagian wilayah Kabupaten Penajam Paser Utara ditetapkan sebagai lokasi ibu kota baru RI. 

"Pansus seperti biasa 30 orang. PDI-P paling banyak 6 orang, Golkar 5. Golkar (anggotanya) saya, Pak Adies Kadir (Komisi III), Komisi XI Pak Sarmuji, kemudian Pak Dadang Komisi II, sama Komisi V saya enggak tahu siapa, karena yang dominannya Komisi II," ucap dia.

Batas waktu pansus untuk mengkaji lampiran dari presiden, yaitu akhir September.

Selesai atau tidak, tugas pansus harus dilaporkan kepada pimpinan DPR.

"Tentu kami melaporkan kepada pimpinan yang memberikan tugas kepada pansus dan pimpinan akan melaporkan kepada periode yang berikutnya, kan itu bisa dilanjutkan," lanjut dia.

Diketahui, Presiden Joko Widodo telah menyerahkan surat dan lampiran pemindahan ibu kota negara ke DPR.

Nah, Jokowi telah resmi mengumumkan pemindahkan ibu kota negara ke Provinsi Kalimantan Timur yaitu di sebagian Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Pemerintah berencana membuka sayembara desain ibu kota baru di Kalimantan Timur.

Nah, Sayembara ini dapat diikuti oleh urban planner dalam negeri dan mancanegara.

Menurut Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR) Basuki Hadimuljono, pemerintah saat ini telah memiliki konsep dasar pengembangan ibu kota baru, yaitu smart and green city.

Para juri yang akan menilai hasil Sayembara bakal merumuskan term of reference (TOR) atas kriteria desain yang harus diikuti setiap peserta.

Berdasarkan konsep dasar yang telah ada.

Tentu Sayembara ini akan dimulai di tingkat nasional.

Kelak, dipilih tiga pemenang untuk kemudian dikembangkan dan di Sayembarakan lagi di level internasional.

Di level internasional tidak bebas menentukan desainnya, karena basisnya dari yang ketiga tersebut.

"Dan dari Sayembara internasional itu dicari mana yang bisa improve lebih baik dan mudah-mudahan hasil dari itu akan lebih baik," ungkap Basuki kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Pelibatan perencana asing dalam Sayembara, sebut Basuki, merupakan salah satu upaya pemerintah dalam meningkatkan mutu dan kualitas perencana dalam negeri.

Setelah Sayembara kawasan untuk para urban planner dilakukan, akan dilanjutkan dengan Sayembara untuk para arsitek dalam merancang bangunan di ibu kota baru.

Gedung-gedungnya yang merancang arsitek.

"Kalau ini (desain kawasan) kan lulusan dari perencanaan kota, dan desain gedung-gedungnya nanti disayembarain lagi," sambung Basuki.

Basuki berharap, rencana sayembara dapat selesai dalam kurun sembilan bulan ke depan.

Pada pertengahan tahun 2020, pemerintah memulai pembangunan infrastruktur dasar.

Desain ibu kota baru yang selama ini telah beredar di masyarakat bukanlah desain final.

Desain tersebut hanyalah gambaran atas sejumlah kriteria yang diinginkan pemerintah dalam merencana dan mengembangkan ibu kota baru.

Tentu dengan mengusung konsep smart dan green city.

Rencana desain ibu kota baru sudah kami siapkan dan kemarin sudah saya laporkan ke Presiden Joko Widodo tahapannya.

"Kami harus transparan untuk semua bisa berkontribusi, karena ini ibu kota baru negara Indonesia," katanya.

Tidak bisa tertutup pada orang maupun company untuk mendesain," ungkap Basuki kepada Kompas.com, Kamis (12/9/2019).

Untuk tahap awal, pemerintah tengah mencari juri yang akan terdiri atas 7-9 orang dari berbagai latar belakang berbeda.

Mulai dari unsur pemerintah, praktisi, hingga akademisi.

Setelah itu, kriteria sayembara akan dimatangkan oleh para dewan juri tersebut untuk mendapatkan hasil atau gambaran yang lebih komprehensif.

Ini Sayembara akan dibuka secara nasional.

Jadi semua orang boleh ikut, mungkin ratusan orang, semua bisa berkontribusi.

Dari situ dipilih tiga karya.

"Dan juri akan memutuskan tiga dari nasional," terangnya.

Dari tiga pemenang itu kemudian akan dikompetisikan lagi di tingkat internasional.

Hal ini untuk mendapatkan pandangan yang lebih lengkap dari para perancang tata kota level dunia.

Hasil rancangan dari pemenang baik di tingkat nasional maupun internasional akan digabung untuk mendapatkan sebuah desain yang lebih utuh dan saling melengkapi satu dengan yang lain.

Hal ini dilakukan sekaligus untuk membuka ruang kolaborasi antara perencana dalam negeri dan mancanegara guna meningkatkan kemampuan dan menambah pengalaman dari masing-masing pihak.

"Itu nanti baru kawasannya, dan belum gedung-gedung-nya.

Nah itu (gedung) yang ngerjain arsitek.

Kalau ini kan lulusan dari perencanaan kota dan desain gedung-gedungnya nanti sayembara lagi," jelas Basuki.

Basuki menargetkan, dalam tiga bulan ini Sayembara untuk level nasional sudah dapat dilaksanakan.

Sedangkan untuk internasional akan dibuka selama enam bulan setelah proses di dalam negeri rampung.

Basuki mengaku sengaja mengejar target lantaran tahun depan pemerintah akan mulai membangun infrastruktur dasar yang dibutuhkan di ibu kota baru.

"Saya harus bikin jalan, drainase itu tahun depan," ujarnya. 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Aset Pemerintah di Jakarta Rp 1.123 Triliun, Bisa untuk Modal Bangun Ibu Kota Baru." (Tribunkaltim.co)

Editor: ade mayasanto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved