Ibu Kota Baru

Penyiapan Lokasi Ibu Kota Baru RI di Kalimantan Timur, Belajar dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta

Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kukar Kalimantan Timur perlu dilakukan demi terciptanya negara Indonesia adil.

Penyiapan Lokasi Ibu Kota Baru RI di Kalimantan Timur, Belajar dari Bandara Soekarno-Hatta Jakarta
Tribunkaltim.co/HO Bappenas
Skema pembiayaan pemindahan Ibu Kota Negara RI dari Jakarta ke Kalimantan Timur versi Bappenas dan gambar rencana desain jalan tol yang menghubungkan Kota Balikpapan ke Kabupaten Penajam Paser Utara yang notabene sebagai calon lokasi ibu kota baru Republik Indonesia. 

TRIBUNKALTIM.CO, JAKARTA - Penyediaan lahan untuk lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur, sebagian Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara perlu berkaca pada pembangunan Bandara Soekarno-Hatta di Jakarta, sekitar beberapa tahun yang lalu.

Membangun Ibu Kota Negara bukan terbatas pada lahan yang untuk jangka pendek, mesti melihat pelajaran dari pengadaan pembangunan Bandara Soekarno-Hatta.

Demikian disampaikan oleh Kepala Bappenas Republik Indonesia, Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro di Jakarta dalam dialog nasional soal Pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur yang berlangsung pada 16 September 2019, yang publikasi dalam Youtube Bappenas RI.

Rencana pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Penajam Paser Utara dan Kukar Kalimantan Timur perlu dilakukan demi terciptanya negara Indonesia yang berkeadilan tanpa ada lagi ketimpangan kontras antara Jakarta, Pulau Jawa dengan daerah lainnya.

Karena itu, perlu juga stategi jitu. Pemerintah pusat memersiapkan lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur, berharap lokasi ibu kota baru di Kalimantan Timur akan tumbuhkan regional Kalimantan dan Sulawesi dan sekitarnya lagi.

Dia menyatakan, kondisi pertumbuhan ekonomi di Pulau Kalimantan berada di bawah peringkat Sumatera, Sulawesi apalagi Pulau Jawa. Sangat jauh sekali tertinggal si Kalimantan ini.

Tidak hanya itu, laju pergerakan investasi di Pulau Kalimantan pun cenderung semakin menurun, semacam tidak lagi bergairah lantaran andalan ekonomi sumber daya alamnya sedang lesu tidak bergairah.

Kata Bambang, komoditas batu bara, perkebunan sawit sedang anjlok karena itu berpengaruh pada investasi.

"Minat investasi di Kalimantan Timur terbatas. Ekspor Kalimantan Timur itu kan andalkan batu bara, datanya begitu. Kelihatan sekali sangat dominasi batu bara," ungkap kepala Bappenas ini

Menurut dia, pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur pilihan yang tidak lagi sekedar tanpa tujuan, hanya main-main sekedar memindahkan begitu saja.

Halaman
1234
Penulis: Budi Susilo
Editor: Rafan Arif Dwinanto
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved